Ratusan warga yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu mendatangi sebuah rumah di Jalan Burhanuddin, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai pada Rabu (22/7) sore. Aksi penggerebekan massal ini dipicu oleh kemarahan publik atas dugaan kasus pelecehan seksual serius yang melibatkan pasangan suami istri (pasutri) pemilik rumah tersebut.
Kekesalan warga makin memuncak lantaran sang istri, yang berinisial AIK dan berprofesi sebagai oknum guru, dikabarkan masih santai menjalankan aktivitas mengajar seperti biasa. Berdasarkan kabar yang beredar luas dan viral di tengah masyarakat, oknum guru perempuan tersebut diduga tega menyediakan murid laki-lakinya—yang disebut-sebut merupakan seorang anak yatim—untuk dicabuli oleh suaminya sendiri yang berinisial D.
Sontak saja, dugaan perbuatan tidak senonoh dan tidak manusiawi tersebut menyulut amarah warga sekitar hingga memicu aksi pengepungan rumah pelaku demi menuntut keadilan.
Momen Evakuasi Mencekam Oleh Aparat Kepolisian
Melihat situasi massa yang makin memanas, pihak kepolisian segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan kedua terduga pelaku dari amukan warga. Namun, proses evakuasi berjalan sangat dramatis dan penuh ketegangan karena ratusan warga telah mengepung seluruh area rumah.
Ketika petugas berusaha membawa pasangan suami istri tersebut menuju mobil patroli, emosi warga yang sudah tidak terbendung membuat sejumlah orang nekat melayangkan pemukulan ke arah terduga pelaku. Sang suami, D, berhasil dimasukkan oleh petugas ke dalam mobil terlebih dahulu. Sayangnya, AIK tidak sempat ikut masuk ke dalam mobil dan langsung menjadi sasaran amuk massa di lokasi kejadian.
Penanganan Kasus Oleh Polres Tanjungbalai
Guna mencegah tindakan main hakim sendiri yang makin parah, polisi bergerak cepat mengamankan AIK ke salah satu rumah warga terdekat untuk sementara waktu. Petugas bersiaga ketat menjaga lokasi hingga situasi di sekitar tempat kejadian perlahan mulai terkendali dan kondusif.
Setelah amukan massa berhasil diredam, AIK akhirnya dievakuasi dan menyusul suaminya untuk diamankan ke Mapolres Tanjungbalai. Saat ini, kedua terduga pelaku telah berada dalam penanganan intensif pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai dengan hukum yang berlaku.