Home BeritaAnak Pejabat Pamer Mewah, Sang Ayah Minta Maaf

Anak Pejabat Pamer Mewah, Sang Ayah Minta Maaf

by CeritaBerita

Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh ulah salah satu anak pejabat daerah yang memamerkan gaya hidup mewah. Kali ini, sorotan publik tertuju pada unggahan anak dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh, bernama Nevirizal. Unggahan yang memperlihatkan momen liburan ke luar negeri hingga pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah banyak menggunakan puluhan jeriken tersebut mendadak viral sejak Selasa (21/7) dan memicu beragam reaksi sinis dari warganet.

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Nevirizal akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas serta jajaran pemerintah. Pada Kamis (23/7), mantan Plt Sekda Gayo Lues tersebut secara jujur mengakui adanya kelalaian dalam mengawasi aktivitas sang anak di media sosial. Ia memohon pengertian atas tindakan anaknya yang dinilai kurang bijak dan belum memiliki pemikiran yang matang dalam bermedia sosial.

Klarifikasi Asal-Usul Liburan Mewah Dan Pembelian BBM

Dalam penjelasannya, Nevirizal meluruskan bahwa rekaman video atau foto yang diunggah anaknya sebenarnya merupakan peristiwa lama. Perjalanan ke Korea Selatan dilakukan oleh istri dan anaknya pada pertengahan tahun 2025 lalu untuk mengantar anggota keluarga berobat mata, di mana ia sendiri tidak ikut dalam rombongan tersebut. Begitu pula saat sang anak melanjutkan perjalanan berlibur ke benua Eropa.

Sementara itu, terkait unggahan pembelian BBM menggunakan jeriken yang sempat memicu prasangka buruk, Nevirizal memberikan klarifikasi tegas. Ia menjelaskan bahwa 15 jeriken minyak tersebut dibeli pada bulan Desember tahun lalu di mana kondisi BBM saat itu sedang langka. Minyak tersebut memang sengaja didrop di rumahnya untuk keperluan darurat penanganan bencana di kawasan Gayo Lues, bukan untuk kepentingan pribadi.

Penyesalan Dan Pelajaran Penting Bagi Pejabat Publik

Nevirizal mengakui bahwa dirinya tidak terlalu aktif di dunia maya, sehingga tidak menyadari unggahan sang anak bakal memicu kontroversi sebesar ini. Berulang kali ia menyampaikan rasa penyesalannya dan menegaskan bahwa tidak ada niat sedikit pun dari keluarganya untuk menyakiti perasaan masyarakat.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik dan keluarganya untuk lebih bijak, rendah hati, serta berhati-hati dalam memanfaatkan media sosial di tengah sorotan masyarakat.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar