Home Ekonomi BisnisWarga Bandung Menjerit, Harga Bright Gas Naik Gila-gilaan

Warga Bandung Menjerit, Harga Bright Gas Naik Gila-gilaan

by CeritaBerita

Warga Kabupaten Bandung lagi pada bad mood, guys! Hari Selasa (28/04), jagat media sosial sama obrolan di pasar lagi panas banget gara-gara harga si “Pinky” alias Bright Gas 12 kg melonjak drastis. Emak-emak sama bapak-bapak di sana bener-bener lagi dibikin pening sama pengeluaran dapur yang makin nggak masuk akal.

Keluhan Agen: Jualan Seret, Isinya Protes Semua

Salah satu agen elpiji di daerah Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Hedi Sulaiman (54), curhat kalau lapaknya sekarang lebih ramai sama suara protes daripada suara transaksi. Katanya, banyak pelanggan yang biasanya tinggal chat via WhatsApp buat antar-jemput gas, sekarang isinya malah penuh pertanyaan bernada emosi, “Kok naiknya tinggi banget sih, pak?” Sampai Selasa pagi itu, Hedi ngaku penjualannya seret banget. Biasanya sudah banyak yang angkut, tapi kali ini baru laku dua biji doang. Kasihan juga ya, niat jualan malah jadi tempat curhat colongan.

Dilema Warga: Mulai Lirik Si Melon 3 Kg

Nggak cuma agen, warga kelas menengah juga mulai goyah imannya. Ada Sabrina (34), warga Desa Sayati, yang sebenernya masih mampu-mampu aja beli gas nonsubsidi, tapi dia ngerasa kenaikan kali ini tuh “lebay” banget. Sabrina bahkan udah kasih kode-kode mau selingkuh ke “si Melon” alias gas subsidi 3 kg kalau harganya nggak turun-turun. Hal senada juga dibilang sama Topan (44) dari Desa Margahayu Selatan. Beliau mulai hitung-hitungan ulang pengeluaran bulanan. Ya gimana nggak, selisih harganya lumayan banget buat beli kopi atau jajan anak, kan?

Menanggapi kehebohan warga Bandung ini, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara di Jakarta. Beliau tegas bilang kalau harga gas nonsubsidi itu emang ngikutin mekanisme pasar karena targetnya emang buat kalangan yang mampu. Bahlil malah balik nanya dengan gaya khasnya, “Nonsubsidi itu buat orang kaya atau orang susah?”

Intinya sih, pemerintah tetap komit buat jaga harga gas melon 3 kg biar nggak naik, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto. Tapi, ada pesan tegas nih buat warga yang ekonominya oke: jangan malah ikutan antre gas subsidi yang sebenernya hak warga kurang mampu. Jadi, meskipun dompet lagi menjerit, harapannya sih nggak ada aksi “migrasi diam-diam” ke gas 3 kg ya, biar subsidinya tepat sasaran. Semangat ya warga Kabupaten Bandung, mari kita kencangkan ikat pinggang bareng-bareng!

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar