Dunia maya lagi-lagi dihebohkan sama kelakuan netizen yang ada-ada aja. Kali ini, sebuah tangkapan layar alias screenshot chat WhatsApp dari seorang karyawan Satuan Pengamanan Pengawalan Garuda (SPPG) di Kota Serang. Mendadak viral di media sosial seperti yang diposting oleh akun Instagram @jakarta.keras. Gimana enggak viral, si oknum karyawan ini dengan santainya nawar harga roti untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan harga yang bener-bener di luar nalar!
Kejadian ini terpantau mulai ramai di jagat maya pada Jumat, (05/06). Dalam isi chat yang beredar luas tersebut, si karyawan SPPG berniat memesan roti dalam jumlah banyak untuk keperluan program MBG. Bukannya ngikutin harga standar vendor yang udah murah, yaitu Rp3.000 per pcs, dia malah nawar sadis setengah harga jadi Rp1.500 doang. Sontak aja hal ini bikin pihak vendor elus dada.
Dugaan Markup dan Saran Pake Tepung dan Susu Curah Bikin Publik Geram
Gak cuma sekadar nawar sadis, yang bikin netizen makin geleng-geleng kepala adalah “solusi” yang ditawarkan sama si oknum tersebut. Sadar kalau budget Rp1.500 itu gak masuk akal buat bikin roti yang layak, dia malah menyuruh pihak vendor untuk nurunin kualitas bahan bakunya dan minta di nota ditulis harganya Rp3.000 padahal dia sendiri minta harganya diturunin setengah. Gak tanggung-tanggung, markup sampai 100% dan dia dengan entengnya menyuruh vendor pake tepung terigu dan susu curah biar biayanya masuk di akal.
“Pake tepung sama susu curah aja yang kiloan, ” tulis oknum tersebut dalam potongan chat yang viral.
Sontak, isi chat itu langsung diserbu komentar pedas dari netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena program MBG ini kan tujuannya buat memberikan gizi yang baik, kok malah disuruh pake bahan curah yang kualitasnya dipertanyakan demi menekan budget pribadi atau kelompok. Dan untungnya si vendor nggak begitu aja nurutin apa yang diminta si SPPG.
Banyak netizen yang berharap pihak manajemen SPPG segera mengklarifikasi kelakuan karyawannya tersebut. Pasalnya, tindakan oknum ini dinilai bisa merusak citra program Makan Bergizi Gratis yang lagi gencar-gencarnya dicanangkan pemerintah.