Ditreskrimsus Polda Banten baru aja ngebongkar aksi curang yang bikin emosi nih, Gais! Sebuah pangkalan gas di Kabupaten Lebak ketahuan ngoplos isi tabung gas melon (3 kg) subsidi ke dalam tabung non-subsidi 12 kg demi nyari untung gede sendirian.
Polisi berhasil nangkep tiga tersangka, yaitu AR (36), KR (25), dan AZ (24). Mereka keciduk pas lagi asyik nyuntik gas di sebuah gudang di Kampung Pasir Waru, Desa Ciburuy, Selasa (14/4/2026).
Wadirreskrimsus Polda Banten, AKBP Bronto Budiyono, spill kalau praktik ilegal ini udah jalan sekitar enam bulan dengan cara main yang simpel tapi jahat, yaitu mindahin isi dari empat tabung 3 kg ke dalam satu tabung 12 kg, di mana mereka cuma modal beli gas melon seharga Rp16.000 per tabung tapi nekat ngejual hasil oplosannya seharga Rp120.000!
Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku ini sangar banget karena bisa produksi sampe 80 tabung gas 12 kg dalam sehari. Mirisnya, stok gas melon itu diambil dari jatah pangkalan resmi milik tersangka AR yang kudunya buat rakyat kecil.
Gara-gara ulah mereka, negara diperkirakan rugi sampe Rp626.342.400. Duh, pantesan kadang gas melon susah dicari, ternyata dilarikan ke sini!
Kompol Dhoni Erwanto ngerinci peran masing-masing pelaku, mulai dari AR yang jadi otak intelektual sekaligus pemilik pangkalan, sampe KR dan AZ yang bertugas sebagai kurir buat nganterin gas oplosan tersebut ke tangan konsumen.
Polisi juga menyita barang bukti berupa dua unit mobil pengangkut, alat suntik regulator, timbangan digital, sampai ratusan tabung gas berbagai ukuran, dan sekarang ketiganya sudah mendekam di sel dengan jeratan UU Minyak dan Gas Bumi yang ancaman hukumannya nggak main-main, yakni penjara maksimal 6 tahun serta denda fantastis yang bisa tembus sampai Rp60 miliar!
Polda Banten juga pesen ke kita semua buat lapor kalau liat ada yang aneh sama tabung gas atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Jangan diem aja kalau hak rakyat kecil dimainin kayak gini ya, Guys! 🚔🚫
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.