Aksi kepanikan yang sempat melanda warga sekolah di kawasan Jakarta Selatan akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik sosok MY (34), pelaku yang nekat mengirimkan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru yang dirilis pada Selasa, (14/7), polisi mengonfirmasi bahwa pria berusia 34 tahun tersebut ternyata merupakan orang tua dari salah satu murid yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Sempat Jemput Anak Usai Kirim Pesan Teror
Peristiwa ini berawal dari masuknya pesan ancaman teror bom yang sangat menggegerkan pihak sekolah. Demi keselamatan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah bersama aparat keamanan bergerak cepat untuk membubarkan kegiatan belajar mengajar. Seluruh siswa diminta untuk segera pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi siaga.
Hal yang membikin publik makin geleng-geleng kepala adalah perilaku santai yang ditunjukkan oleh pelaku. Setelah mengirimkan pesan ancaman bom yang memicu kepanikan massal tersebut, MY justru datang ke sekolah seperti biasa untuk menjemput anaknya yang dipulangkan akibat teror yang ia buat sendiri.
Dalih Iseng Pelaku dan Pendalaman Penyelidikan oleh Polisi
Dari hasil penyidikan sementara yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku mengaku nekat melakukan aksi berbahaya tersebut hanya karena motif iseng semata. Meski demikian, aparat penegak hukum tidak begitu saja menerima alasan tersebut begitu saja mengingat besarnya dampak ketakutan dan gangguan ketertiban umum yang ditimbulkan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman intensif terhadap MY. Polisi berupaya mengulik lebih jauh motif sebenarnya di balik aksi nekat tersebut, termasuk memproses pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelaku. Masyarakat diimbau untuk tidak main-main dengan isu keamanan seperti ancaman bom, karena tindakan sembrono semacam ini memiliki konsekuensi hukum yang sangat serius.