Home BeritaKPK Panggil Muhadjir Effendy, Dalam Kasus Korupsi Haji

KPK Panggil Muhadjir Effendy, Dalam Kasus Korupsi Haji

by CeritaBerita

Satu lagi nama pejabat tinggi ikutan kesenggol pusaran kasus dugaan korupsi kuota haji yang lagi hot banget dibahas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy (MHJ), sebagai saksi. Berita ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di hadapan para jurnalis di Jakarta pada Senin (18/5).

Budi menjelaskan kalau Muhadjir dipanggil karena kapasitasnya yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama Ad Interim alias menteri sementara pada tahun 2022 lalu. Penyidik ngerasa butuh banget info dari beliau buat ngedalemi kasus korupsi yang bikin elus dada ini. Tapi buat pemeriksaan Senin ini, Muhadjir dipastikan belum bisa hadir karena buru-buru mengajukan permohonan penundaan. Pihak KPK sendiri udah mengonfirmasi kalau jadwal periksa bakal diatur ulang dalam waktu dekat. Jadi, harap bersabar ya netizen!

Kerugian Negara Rp622 Miliar: Eks Menag Yaqut Sudah Masuk Sel Rutan!

Kasus kuota haji ini sebenarnya bukan barang baru. KPK udah mulai mengendus dan menaikkan status penyidikan sejak (09/08/2025) lalu untuk mengusut kejanggalan kuota haji periode 2023-2024. Masuk awal tahun, tepatnya pada (09/01), KPK bikin geger setelah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka utama suap korupsi ini.

Gak pake lama, pada (27/02), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI merilis hasil audit yang bikin syok: total kerugian negara menembus angka fantastis Rp622 miliar! Akibatnya, Yaqut resmi dijebloskan ke Rutan Gedung Merah Putih KPK pada (12/03), disusul Gus Alex pada (17/03). Drama sempat terjadi pas Yaqut dialihkan jadi tahanan rumah pada (19/03), tapi cuma bertahan lima hari sebelum akhirnya diangkut lagi balik ke sel rutan pada(24/03).

KPK juga terus melebarkan jaringnya dengan menetapkan tersangka baru dari pihak swasta pada (30/03), yaitu Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan Ketua Umum Kesthuri Asrul Aziz Taba. Wah, makin melebar kemana-mana ya kasusnya! Kita kawal terus sampai tuntas!

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: antaranews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar