Keren banget, negara kita tercinta baru aja dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia dalam urusan transparansi insentif perpajakan! Berdasarkan rilis resmi Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) pada (11/05) kemarin, laporan belanja perpajakan alias Tax Expenditure Report (TER) Indonesia sukses berada di posisi teratas dari total 116 negara di dunia.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan keterangan resmi terkait prestasi gemilang ini pada Senin (18/5). Nggak tanggung-tanggung, skor Indonesia kali ini berhasil melompati negara-negara maju yang biasanya terkenal punya sistem birokrasi rapi, kayak Korea Selatan, Australia, Kanada, Jerman, Belanda, bahkan Prancis! Tren ini sendiri sebenarnya sudah terlihat naik konsisten sejak indeks ini pertama kali diluncurkan tahun 2023. Mulai dari peringkat ke-15, melesat ke peringkat ke-2 pada 2024, sampai akhirnya sah jadi juara satu tahun ini. Keren banget, kan?
Duit Pajak Mengalir ke UMKM: Investasi Meroket, Ekonomi Makin Sehat!
Nah, buat yang belum tahu, indeks GTETI ini menilai seberapa teratur, jujur, dan lengkap sebuah negara dalam mempublikasikan laporan insentif atau diskon pajak yang mereka berikan ke publik. Ternyata, keterbukaan informasi ini bukan cuma buat pamer angka doang, tapi bukti kalau pemerintah beneran berpihak ke rakyat kecil dan pelaku usaha mikro.
Buktinya, sepanjang tahun 2025 lalu, masyarakat dan pelaku UMKM menikmati manfaat lebih dari 70% dari total keseluruhan belanja perpajakan, atau setara dengan Rp 389 triliun! Duit sebanyak itu dialokasikan buat ngasih insentif kebutuhan pokok, tempat tinggal, potongan biaya sekolah, layanan kesehatan, hingga ongkos transportasi warga.
Efek positif dari kebijakan fiskal yang sehat ini langsung kelihatan di awal tahun. Pada triwulan I 2026, investasi langsung di sektor riil nasional tumbuh kuat di angka 5,96%, dan data dari Kementerian Investasi juga mencatat pertumbuhan realisasi investasi hingga 7,22%. Lewat laporan TER yang super transparan ini, masyarakat luas jadi bisa ikut mengawasi ke mana perginya uang negara demi memastikan ekonomi tetap jalan terus dan APBN kita tetap aman sentosa!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.