Niat mulia untuk mengabdi sebagai pelayan masyarakat di tanah Papua harus berakhir dengan duka yang sangat mendalam. Wili Mbuik (26), seorang pemuda yang baru saja lulus dan diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Dinas Pertanian, terpaksa pulang tinggal nama. Ia menjadi korban tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Tragedi memilukan ini terasa begitu menyayat hati bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Pasalnya, peristiwa nahas tersebut terjadi belum genap dua bulan setelah momen penuh kebahagiaan, saat Wili sempat melakukan panggilan video dengan sang ayah untuk mengabarkan kelulusannya sebagai abdi negara.
Proses Pemulangan Jenazah Korban dari Jayawijaya ke Kupang
Jenazah Wili Mbuik akhirnya diberangkatkan dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis, (10/9). Berdasarkan informasi di lapangan, proses keberangkatan jenazah melalui Bandara Wamena menuju Jayapura berlangsung aman dan lancar tanpa kendala.
Setelah tiba di Jayapura, jenazah almarhum langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. Wili yang bertugas di Dinas Pertanian diketahui menghembuskan napas terakhirnya akibat mengalami luka tembak yang cukup parah pada bagian pinggang sebelah kanan.
Kejanggalan Panggilan Video dan Duka Keluarga Korban
Kepergian Wili yang begitu cepat menyisakan luka dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga di Kupang. Selain kehilangan anggota keluarga tercinta, pihak keluarga juga harus mengelus dada akibat kejadian kurang menyenangkan pascainsiden penembakan tersebut.
Dalam sebuah panggilan video bersama orang tua korban, keluarga mengungkapkan fakta miris bahwa telepon seluler milik Wili sempat disita oleh kelompok bersenjata setelah penembakan terjadi. Pihak keluarga merasa sangat sedih dan prihatin karena saat melakukan komunikasi via panggilan video, orang-orang di seberang telepon tampak tertawa dan menunjukkan gestur yang dinilai sangat tidak pantas di tengah suasana duka tersebut.