Home BeritaKemenag Nasaruddin Ajukan Anggaran Fantastis Ke DPR

Kemenag Nasaruddin Ajukan Anggaran Fantastis Ke DPR

by CeritaBerita

Kementerian Agama (Kemenag) lagi punya rencana besar. Gak tanggung-tanggung, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, baru aja mengajukan usulan tambahan anggaran yang nilainya bikin kaget, yaitu sebesar Rp 41,89 triliun. Momen pengajuan dana fantastis ini terjadi pas beliau menghadiri rapat Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (17/6).

Di awal rapat, Menag Nasaruddin memaparkan kalau Kemenag sebenarnya udah dapat jatah pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp 87,66 triliun. Anggaran dasar itu rencananya bakal dialokasikan buat lima program utama, mulai dari dukungan manajemen, kerukunan umat, pendidikan tinggi, kualitas pengajaran, sampai program wajib belajar 13 tahun. Tapi, menurut Pak Menag, duit segitu masih kurang buat meng-cover semua kebutuhan dasar keagamaan di Indonesia.

Pagu Indikatif Masih Kurang Banyak

Menag Nasaruddin menjelaskan kalau usulan tambahan dana ini super penting biar program-program strategis Kemenag gak macet di tengah jalan. Menurut beliau, pagu indikatif yang ada sekarang belum bisa memenuhi banyak kebutuhan vital di lapangan.

Kebutuhan itu mencakup banyak hal, mulai dari belanja pegawai, operasional harian satuan kerja (satker), dukungan operasional buat penyelenggaraan pendidikan, belanja barang non-operasional, sampai urusan krusial lainnya demi menjaga kesinambungan layanan agama dan pendidikan di tanah air. Makanya, daripada layanan ke masyarakat jadi seret, Kemenag mutusin buat minta tambahan anggaran yang semula diusulkan Rp 27,90 triliun, langsung dinaikkan (di-upgrade) menjadi Rp 41,89 triliun!

Dari Revitalisasi Madrasah Sampai Bonus Guru Honorer

Menag Nasaruddin udah punya rinciannya, jadi gak bakal asal pakai. Beliau menegaskan kalau tambahan anggaran ini bakal diprioritaskan untuk membenahi sektor pendidikan agama yang selama ini sering dianaktirikan.

Salah satu poin pentingnya adalah buat penguatan layanan kelembagaan dan operasional pesantren. Gak cuma itu, kabar gembira juga datang buat para pahlawan tanpa tanda jasa. Dana ini bakal dipakai buat afirmasi insentif guru non-ASN (honorer) yang belum punya sertifikat pendidik, biar dapur mereka tetap ngebul. Plus, duit ini juga akan dipakai untuk percepatan revitalisasi madrasah dan sekolah keagamaan di berbagai daerah yang kondisinya udah memprihatinkan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar