Home Hukum & KriminalitasJangan Mundur! Rakyat Ramai-Ramai Kirim Karangan Bunga ke Polisi

Jangan Mundur! Rakyat Ramai-Ramai Kirim Karangan Bunga ke Polisi

by CeritaBerita

Pemandangan berbeda tampak di markas kepolisian ibu kota baru-baru ini. Halaman depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tiba-tiba dipenuhi oleh deretan karangan bunga. Kehadiran papan bunga penuh warna ini langsung mencuri perhatian masyarakat dan awak media yang sedang melintas di area tersebut.

Fenomena menarik ini muncul bukan tanpa alasan. Karangan bunga tersebut dikirim oleh kelompok masyarakat sebagai bentuk dukungan moril di tengah langkah berani kepolisian yang sedang gencar-gencarnya mengusut tiga kasus dugaan korupsi besar sekaligus. Salah satu kasus yang paling menyedot perhatian adalah dugaan korupsi komoditas batu bara yang sempat memicu terjadinya mati lampu massal (blackout) di sejumlah wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu.

Dukungan Mengalir di Tengah Pengusutan Kasus Besar

Berdasarkan pantauan langsung dari tim kumparan di lokasi kejadian perkara, deretan karangan bunga tersebut tampak berjajar rapi di halaman depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada hari Kamis, (9/7). Setidaknya ada tiga karangan bunga besar yang berdiri kokoh memuat pesan-pesan penyemangat yang ditujukan langsung untuk institusi Korps Bhayangkara.

Pesan yang tertulis di papan bunga tersebut terlihat sangat tegas dan penuh dukungan. Karangan bunga pertama bertuliskan kalimat, “Bravo Polri Rakyat Bersama Polri”. Sementara itu, papan bunga kedua memuat tulisan bernada pembakar semangat, “Jangan Mundur Rakyat Bersama Polri”. Tidak kalah menarik, karangan bunga ketiga membawa pesan yang bertuliskan, “Presiden Prabowo Bersama Polri”.

Pesan-pesan tersebut seolah menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat berdiri penuh di belakang kepolisian untuk menuntaskan kasus-kasus mafia yang merugikan hajat hidup orang banyak.

Gebrakan Penggeledahan di Belasan Titik Sekaligus

Aksi kirim bunga ini merupakan buntut dari gebrakan besar yang dilakukan oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Tepat sehari sebelumnya, yakni pada hari Rabu, (8/7), aparat bergerak cepat melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta hingga Bogor.

Rangkaian penggeledahan maraton ini merupakan bagian penting dari proses penyidikan tiga perkara korupsi skala raksasa yang saat ini tengah ditangani secara intensif oleh penyidik. Perkara pertama meliputi dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengadaan batu bara untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode tahun 2018 hingga 2026.

Selain skandal batu bara, polisi juga tengah membongkar kembali kelanjutan perkara korupsi Asabri untuk periode tahun 2020 hingga 2025. Kasus ketiga yang tidak kalah berat adalah dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang piutang antara PT CBS kepada PT KNI yang terjadi pada rentang tahun 2020 sampai 2025. Dengan adanya dukungan publik ini, kepolisian diharapkan bisa mengusut tuntas para pelaku tanpa pandang bulu.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar