Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta diperkirakan masih rawan banget buat terkoreksi alias turun pada perdagangan hari Kamis (4/6). Sentimen ini muncul setelah IHSG babak belur sampai 4,12 persen ke level 5.941,066 pada hari Rabu (3/6) kemarin. Bikin para trader dan investor ritel langsung senewen!
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, ngejelasin kalau para pelaku pasar saat ini emang lagi super hati-hati. Masalahnya, banyak sentimen eksternal dari pasar global yang lagi ngebayangi keuangan dalam negeri kita. Salah satu biang kerok utamanya apalagi kalau bukan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang lagi lemes banget. Belum lagi investor juga lagi mantau proyeksi ekonomi terbaru buat Indonesia dari lembaga-lembaga dunia. Dalam kondisi genting kayak gini, IHSG diproyeksikan bakal main di rentang support 5.884 dan resistance di level 5.967.
Bocoran Saham Pilihan Analis, Waktunya Borong Pas Lagi Diskon?
Meskipun market lagi merah merona, para analis tetep berbaik hati nih ngasih beberapa rekomendasi saham yang bisa dipantau buat cari cuan tersembunyi. Herditya dari MNC Sekuritas menyarankan investor ritel buat lirik saham batubara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target harga Rp 8.500 – Rp 9.125. Selain itu, ada bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di rentang Rp 4.220 – Rp 4.320, dan saham komoditas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) di kisaran Rp 1.340 – Rp 1.430.
“Untuk Kamis ini kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi, investor masih akan mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan juga outlook dari lembaga asing terhadap Indonesia,” ujar Herditya.
Gak ketinggalan, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Setelah kemarin ditutup anjlok 4,94 persen ke Rp 6.250, INDF dinilai cocok buat strategi buy on weakness dengan area support Rp 6.000 dan resistance Rp 6.750.
Lalu ada Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas yang ngasih radar hijau buat saham nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang kemarin ikutan tumbang 8,67 persen ke level Rp 4.320. Karena indikatornya udah masuk area jenuh jual (oversold), kamu bisa pakai strategi buy on weakness di area support Rp 4.000 dan resistance Rp 4.700. Terakhir, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset menyarankan buat hold dulu saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang kemarin boncos 14,37 persen ke Rp 4.110, dengan benteng support di Rp 3.170.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.