Pada hari Kamis, (18/6), Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ini kembali ngadain kunjungan kerja ke wilayah Indonesia bagian timur. Tapi ada yang beda banget dari kunker kali ini. Gibran gak cuma terbang bareng jajaran pejabat pemerintahan aja, tapi dia juga keliatan memboyong sejumlah perwakilan mahasiswa buat ikut naik ke pesawat dinasnya!
Momen ini langsung jadi sorotan pas Setwapres ngebagiin foto-foto keberangkatan mereka di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Di foto itu, keliatan banget beberapa mahasiswa yang masih pakai jas almamater kampus kebanggaan mereka lagi jalan beriringan ngikutin Gibran naik tangga pesawat. Menurut siaran pers resminya, rombongan ini akan terbang menuju tiga destinasi utama di wilayah timur, yaitu Ende di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan juga Papua. Gibran nempatin komitmennya buat ngegandeng anak muda dalam mengawal program-program andalan pemerintah biar makin transparan.
Demi Kawal Program Makan Gratis dan Koperasi Bersih Korupsi
Agenda utama dari kunker lintas wilayah ini adalah buat memperkuat pengawasan sekaligus nyempurnain tata kelola dua program super prioritas, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Gibran bilang kalau keputusan ngajak mahasiswa ini adalah bentuk tindak lanjut nyata dari berbagai demo dan masukan kritis yang sering disuarain sama anak-anak kuliah terkait kebijakan pemerintah belakangan ini.
Gibran juga gak lupa ngasih apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya buat para mahasiswa di seluruh penjuru tanah air yang udah mau nyampaian aspirasi mereka secara damai dan konstruktif. Menurut Gibran, masukan dari mahasiswa itu penting banget biar pemerintah bisa mastiin kalau setiap rupiah anggaran negara bener-bener tersalurkan dengan baik ke rakyat, dan pastinya bebas dari yang namanya praktik korupsi.
Berikut nama Mahasiswa yang diajak blusukan. Mereka adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia (UI), Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.