Dampak gempa bumi raksasa yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin pagi, (08/06), ternyata bener-bener parah. Nggak cuma bikin panik warga sampai ke Indonesia, otoritas penerbangan di sana bahkan terpaksa mengambil tindakan ekstrem dengan menutup sementara Bandara General Santos. Langkah lockdown bandara ini diambil setelah gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,8 tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya satu orang dan bikin empat orang lainnya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) langsung gercep mengeluarkan NOTAM alias pemberitahuan resmi buat menghentikan seluruh aktivitas penerbangan di bandara tersebut. Penutupan darurat ini diberlakukan mulai pukul 08.45 sampai 15.00 waktu setempat. Larangan terbang ini dikeluarkan demi memastikan semua fasilitas penerbangan, alat navigasi, dan landasan pacu masih aman serta nggak mengalami keretakan fatal pascadiguncang gempa hebat.
Biar para calon penumpang nggak telantar dan kebingungan di area bandara, CAAP juga meminta mereka buat langsung berkoordinasi dengan maskapai masing-masing. Sampai saat ini, beberapa maskapai penerbangan masih sibuk mengatur ulang jadwal mereka dan belum merilis penyesuaian resmi dampak dari penutupan bandara ini.
Rumah dan Gedung Runtuh, Warga Pinggir Pantai Ketakutan Tsunami
Menurut data resmi dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa mematikan ini terjadi persis pada pukul 07.37 waktu setempat. Pusat gempanya sendiri terlacak di lepas pantai Kota Maasim, Provinsi Sarangani, Mindanao Selatan. Phivolcs juga mencatat kalau guncangan di sekitar Kota General Santos masuk dalam Intensitas VII, yang artinya udah masuk kategori merusak tingkat tinggi.
Efeknya emang nggak main-main, suasana di Kota General Santos langsung mencekam. Aparat kepolisian setempat melaporkan banyak rumah warga dan gedung-gedung bertingkat yang mengalami kerusakan berat hingga roboh rata dengan tanah.
“Banyak bangunan terdampak, tetapi saya belum bisa menyebutkan rinciannya karena kami masih fokus pada operasi penyelamatan yang sedang berlangsung,” ujar Sersan Mayor Robert Dagon dari Kepolisian Kota General Santos saat diwawancarai oleh AFP pada Senin (8/6).
Nggak sampai di situ aja, situasi sempat makin bikin senat-senut karena gempa M 7,8 ini memicu alarm peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir pantai Filipina. Warga yang tinggal di dekat pantai sempat lari berhamburan ke tempat yang lebih tinggi karena takut gelombang air laut bakal naik. Hingga saat ini, tim penyelamat masih terus menyisir lokasi reruntuhan buat memastikan nggak ada korban lain yang masih terjebak di dalam bangunan.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.