Peringatan keras buat siapa aja yang masih hobi main tangan di rumah! Era baru penegakan hukum buat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) resmi dimulai barengan sama berlakunya KUHP Baru. Jangan pernah remehin gesekan sekecil apa pun, karena sekarang aturannya makin ngeri dan bisa bikin pelakunya auto-pindah tidur ke balik jeruji besi!
Kantor Hukum Febry Lumbantoruan, S.H. & Partners ngejelasin kalau meskipun UU No. 23 Tahun 2004 masih jadi acuan, hadirnya KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023) bawa semangat yang lebih “menyakitkan” buat para pelaku kekerasan domestik lewat kepastian hukum yang super ketat.
Bukan cuma hukuman penjara biasa, ada beberapa poin yang bikin pelakunya gak bisa berkutik, mulai dari adanya batas hukuman minimal biar nggak ada lagi hukuman “terlalu ringan”, definisi luka berat yang makin luas karena mencakup dampak psikis dengan ancaman hingga 15 tahun, denda fantastis yang bisa nyentuh angka Rp45 juta, sampai hukuman tambahan berupa pencabutan hak tertentu atau kewajiban ikut program konseling biar tobatnya totalitas!
Biar nggak asal emosi, nih rincian sanksinya: mulai dari kekerasan ringan yang nggak ganggu kerja dengan ancaman 4 bulan penjara dan denda Rp5 juta, kekerasan fisik biasa maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp15 juta, kalau sampai luka berat atau sakit parah naik jadi maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp30 juta, bahkan kalau sampai mengakibatkan meninggal dunia, pelakunya bisa kena maksimal 15 tahun penjara dengan denda mencapai Rp45 juta.
Zaman sekarang hukum udah lebih berpihak sama korban. Kalau lo atau orang terdekat ngalamin kekerasan fisik, psikis, seksual, atau ditelantarin, jangan ragu buat cari bantuan hukum.
Inget ya, KDRT itu bukan aib keluarga yang harus ditutupin, tapi kejahatan serius! Dengan KUHP Baru, pelaku yang arogan nggak bakal punya tempat buat sembunyi lagi. Biarin hukum yang kerja buat keadilan lo! ⚖️🚫👊