Home BeritaDuit Rp218 Miliar Raib, Bos Sukabumi Ditipu BGN

Duit Rp218 Miliar Raib, Bos Sukabumi Ditipu BGN

by CeritaBerita

Kali ini ada kabar heboh dari Sukabumi, Jawa Barat. Seorang pengusaha lokal bernama H. Mujazin lagi pusing tujuh keliling dan nuntut duitnya balik. Gak main-main, nominalnya mencapai Rp218,2 miliar. Duit segede gaban itu awalnya disetor ke Badan Gizi Nasional (BGN) buat jadi dana talangan proyek Dapur Perintis MBG yang lagi megap-megap.

Nah, lewat konferensi pers yang digelar di Sukabumi pada Minggu (7/6), Mujazin bareng tim kuasa hukumnya, Ahmad Yazdi, blak-blakan ngebongkar dugaan penggelapan uang ini. Yazdi nunjukkin bukti sakti berupa Nota Kesepahaman (MoU) nomor kece tertanggal (2/9/2025). Dokumen itu diteken langsung sama Mujazin dan Lodewyk Pusung, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Plot twist-nya: si Lodewyk sekarang udah pakai baju tahanan alias jadi tersangka korupsi di Kejaksaan Agung!

Berdasarkan kesepakatan awal, Yayasan Kharisma Cendekia Indonesia (KCI) milik Mujazin harusnya dapet hak kelola 97 titik dapur gizi mandiri. Syaratnya? Ya harus setor dana talangan dulu. “Tahap pertama udah cair Rp62,25 miliar di Agustus 2025,” kata Yazdi. Sisanya dibayar pakai cek senilai Rp99 miliar dan Rp66 miliar. Tapi zonk banget! Janji BGN yang katanya mau ngasih hak kelola dua minggu setelah bayar, ternyata cuma harapan palsu. Pas ditagih, para petinggi BGN malah toxic banget dan saling lempar tanggung jawab!

Jeritan Hati Vendor dan Sengkarut Korupsi di Tubuh BGN

Mujazin cerita kalau awalnya dia mau ikutan proyek ini karena kasihan liat nasib sekitar 40 ribu vendor Dapur Perintis yang udah setahun nombok tapi gak dibayar-bayar. Piutang mereka bervariasi banget, dari yang Rp2 miliar sampai Rp21,8 miliar. Karena statusnya darurat, Lodewyk minta Mujazin buat talangin dulu. Eh, apesnya, setelah ditalangin, puluhan dapur itu malah dikasih ke yayasan lain yang gak jelas siapa di belakangnya. “Kita yang berkeringat, mereka yang menikmati,” curhat Mujazin ketus.

Kasus ini makin panas karena Mujazin yakin perputaran uang gak jelas di lingkaran ini bisa tembus lebih dari Rp400 miliar! Untungnya, aparat penegak hukum gak tinggal diam. Kejaksaan Agung gerak cepat dan udah resmi nahan trio mantan petinggi BGN, yaitu Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya sejak 3 Juni kemarin. Sekarang, pihak Mujazin ngedesak Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, buat buruan beresin masalah ini biar proyek MBG milik Pak Presiden gak berakhir menyedihkan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar