Home BeritaDicatut Penipu Miliaran Rupiah, Pejabat BGN Buka Suara

Dicatut Penipu Miliaran Rupiah, Pejabat BGN Buka Suara

by CeritaBerita

Skandal penipuan berkedok program pemerintah lagi-lagi bikin heboh masyarakat. Kali ini, modus operandi yang dipakai para pelaku adalah jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Gak tanggung-tanggung, total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu Rp1,9 miliar!

Para pelaku penipuan ini terbilang nekat banget karena berani mencatut nama pejabat tinggi BGN atau mengaku-ngaku sebagai orang dekat mereka demi meyakinkan korbannya. Biar aksi tipu-tipu ini gak makin merajalela, Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, langsung gerak cepat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin, (25/05) buat berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian.

BGN Tegaskan Gak Ada Keterlibatan Orang Dalam

Mendengar nama instansinya dicatut dalam pusaran kasus penipuan bernilai miliaran rupiah ini, Sony Sanjaya langsung memberikan klarifikasi tegas. Sampai detik ini, pihak BGN mengklaim belum menemukan adanya indikasi atau bukti kuat kalau ada oknum internal pegawai BGN yang ikut bermain alias terlibat dalam sindikat haram tersebut.

“Hasil penyidikan nanti yang faktanya akan mengungkap apakah ada korelasi, apakah ada relasi dengan orang-orang di BGN atau tidak. Tapi saya yakin sementara ini saya katakan tidak ada sampai nanti ada fakta dan bukti yang menunjukkan ada,” ujar Sony dengan nada optimis saat ditemui awak media di Bareskrim Polri.

Pihak BGN menyerahkan semua proses pembuktian ini ke pihak berwajib melalui hasil penyidikan resmi nantinya.

Polisi Mulai Gulung Pelaku, Satu Orang di Jabar Resmi Diciduk

Merespons maraknya laporan penipuan yang tersebar di sejumlah wilayah, aparat penegak hukum ternyata gak tinggal diam dan langsung tancap gas melakukan perburuan. Hasilnya pun mulai kelihatan, salah satu pelaku yang beroperasi di wilayah hukum Polda Jawa Barat dilaporkan sudah resmi ditangkap dan diamankan oleh petugas.

Selain memantau pergerakan kasus di Jawa Barat, pihak BGN juga terus melakukan koordinasi ketat dengan Satgas MBG Polri serta beberapa kepolisian resor di daerah lain, seperti Polresta Barelang dan Polres Lombok Timur, mengingat sebaran korban penipuan ini terdeteksi berada di beberapa wilayah tersebut.

Korban Merugi Ratusan Juta per Orang

Berdasarkan data laporan yang sudah masuk ke pihak kepolisian, korban dari komplotan penipu ini ternyata gak sedikit. Sony membeberkan kalau sejauh ini sudah ada sekitar 20 laporan resmi dengan total korban mencapai 21 orang. Jika dirata-rata, masing-masing korban harus rela kehilangan uang tabungannya hingga sekitar Rp100 juta demi iming-iming mendapatkan titik pelayanan gizi tersebut.

Pihak BGN pun mengimbau masyarakat luas agar gak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menawarkan jasa pendaftaran proyek pemerintah dengan meminta sejumlah uang muka, apalagi dengan embel-embel kenal dekat dengan pejabat pusat.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: merdeka.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar