Kabar mengejutkan datang dari program hits pemerintah. Puluhan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Gunungsimping 01, Kecamatan Cilacap Tengah, kompak ngelakuin aksi nekat. Pada Sabtu (30/5) kemarin, mereka resmi menyegel dapur tempat mereka biasa beroperasi. Gak tanggung-tanggung, para relawan ini sampai masang spanduk gede bertuliskan “Disegel” di area dapur sebagai bentuk protes keras ke pihak manajemen.
Aksi mogok dan penyegelan ini jelas bikin geger warga lokal. Usut punya usut, para relawan ini udah ngerasa gerah banget sama kebijakan manajemen yang dinilai sering bikin masalah, baik dalam hal pengelolaan internal maupun hubungan kerja antar tim.
Spill Masalah: Dari Bahan Makanan Kurang Sampai Isu Penggusuran Relawan Lama
Berdasarkan info yang beredar, konflik antara relawan dengan pihak manajemen dan mitra pengelola ini sebenarnya udah lama tercium. Para relawan ngaku sering banget terlibat cekcok akibat masalah operasional yang gak beres-beres. Bayangin aja, mereka sering dihadapin sama masalah kekurangan bahan makanan di lapangan.
Udah mah bahan makanannya kurang, proses pemorsian makanan juga sering banget telat. Apesnya, keterlambatan itu ujung-ujungnya malah dibebankan ke pundak para relawan yang notabene udah kerja keras di garda terdepan.
Suasana makin memanas pas Badan Gizi Nasional (BGN) mutusin buat menghentikan sementara operasional dapur tersebut. Nah, pas relawan lama lagi dirumahkan alias diliburkan, tiba-tiba muncul gosip kalau manajemen lagi buka lowongan alias ngerekrut relawan baru secara diam-diam. Jelas aja hal ini bikin relawan lama merasa dikhianati dan langsung ngamuk!
Tuntutan Relawan: Manajemen Lama Harus Angkat Kaki!
Meskipun sempat ada upaya mediasi antara kedua belah pihak buat nyari jalan tengah, nyatanya pertemuan itu berakhir buntu alias zonk. Belum ada kesepakatan yang tercapai karena para relawan udah telanjur kecewa berat.
Gak main-main, tuntutan mereka kali ini sangat radikal. Para relawan dengan tegas meminta perombakan total di struktur kepengurusan. Mereka menuntut pergantian manajemen secara menyeluruh, mulai dari pihak mitra, Kepala SPPG, sampai jajaran staf yang saat ini lagi bertugas. Pokoknya, mereka mau manajemen lama angkat kaki dan diganti orang baru yang lebih profesional.
Hingga aksi penyegelan ini berlangsung dan viral di media sosial, pihak manajemen SPPG Gunungsimping 01 masih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan tanggapan resmi atau klarifikasi apa pun terkait tuntutan para relawannya. Kita tunggu aja ya kelanjutan drama dapur gizi ini!