Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membuktikan keseriusannya dalam bertransformasi ke dunia digital. Tak tanggung-tanggung, dana fantastis sebesar Rp2,5 miliar dikucurkan pada tahun anggaran 2026 ini untuk memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melek teknologi dan tetap terkoneksi.
Dana miliaran tersebut tidak hanya untuk membayar tagihan Wi-Fi, namun juga untuk modal “ngonten” bagi para ASN agar informasi pelayanan publik lebih menarik dan tidak kaku.
Meski nilainya mencapai miliaran rupiah, ternyata anggaran tahun ini justru lebih hemat Rp32 juta dibandingkan tahun 2025 lalu. Data dari BPPKAD Blora menunjukkan tren efisiensi yang positif tanpa mengurangi kualitas layanan digital di 18 dinas, 5 badan, hingga 16 kecamatan.
Dinas Kominfo Blora menjadi penerima porsi terbesar senilai Rp426 juta, mengingat perannya sebagai jantung jaringan internet kabupaten. Sementara itu, di tingkat wilayah, Kecamatan Cepu memimpin dengan alokasi Rp47,5 juta demi menunjang pelayanan publik yang super sibuk.
Ada yang unik dalam rincian anggaran tahun ini. Pemkab Blora secara resmi memasukkan biaya langganan aplikasi kreatif seperti Canva Pro (Rp1,8 juta/tahun) dan CapCut (Rp910 ribu/tahun).
Tiga instansi, yakni BKPSDM, DP4, dan Kominfo, menjadi pelopor dalam penggunaan aplikasi ini. Sekretaris DP4 Blora, Lilik Setyawan, mengungkapkan bahwa memproduksi konten visual kini sudah menjadi kebutuhan harian birokrasi.
“Hampir setiap hari kami memproduksi konten. Melalui video pendek dan infografis, penyuluhan pertanian dan program kerja jadi lebih mudah dipahami masyarakat lewat media sosial,” jelas Lilik.
Langkah berani ini menunjukkan bahwa birokrasi di Blora mulai meninggalkan gaya lama. Kini, setiap OPD dituntut untuk kompeten memproduksi informasi digital yang edukatif, sehingga warga bisa mengakses layanan pemerintah hanya dari genggaman ponsel saja.