Home BeritaBerawal dari Bullying, Santri di Lombok Dibakar

Berawal dari Bullying, Santri di Lombok Dibakar

by CeritaBerita

Dunia pendidikan keagamaan lagi berduka nih. Kasus tragis yang menimpa seorang santri berinisial SAH (13) di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, akhirnya mulai terungkap ke publik. Kejadian horor yang sebenarnya udah berlangsung dari November 2025 lalu ini ternyata bukan kecelakaan biasa pas bakar sampah, melainkan ada dugaan aksi balas dendam yang sadis banget dari kakak kelasnya!

Insiden maut ini bikin tiga santri kena luka bakar parah. Bahkan yang paling bikin nyesek, salah satu santri dilaporkan meninggal dunia pas bulan Ramadhan 2026 kemarin gara-gara luka bakarnya mencapai 80 persen sampai kena infeksi organ dalam.

Menurut cerita dari Nurul Hidayah, salah satu anggota keluarga SAH, si pelaku berinisial R ini kayaknya dendam kesumat. Pasalnya, sebelum kejadian, SAH dan gengnya sempat ngelaporin si R ke pimpinan ponpes gara-gara sering melakukan perundungan alias bullying. Gak terima dihukum sama pihak ponpes, si R langsung ngancem korban. “Awas besok lagi-lagi kamu ngasih tahu, saya bakar kamu,” kata Nurul menirukan ucapan ancaman pelaku, Kamis (4/6).

Ngeri, Korban Dijebak di Ruangan Terus Disiram Bensin!

Ayah SAH yang bernama Rum juga ikutan buka suara dan tegas bilang kalau ini murni kesengajaan. Tiga hari sebelum kejadian, ancaman bakal dibakar itu beneran diucapkan sama pelaku. Modusnya pas hari-H juga licik banget. Si R yang merupakan kakak kelas tingkat dua MTs ini awalnya nyuruh santri lain buat beli bensin, alasannya sih katanya buat campuran cat lemari. Tapi nyatanya, bensin itu malah dipakai buat mencelakai para korban.

Berdasarkan kesaksian korban, mereka dipanggil sama pelaku ke dalam sebuah ruangan. Begitu mereka di dalam, api langsung disulut. Yang bikin makin merinding, pas api mulai membesar dan membara, pintu ruangan itu sengaja ditutup atau dikunci dari luar sama pelaku! Alhasil, para korban kejebak di dalam dan gak bisa menyelamatkan diri. SAH sendiri ngalamin luka bakar serius dan sampai sekarang masih harus berjuang buat sembuh lewat perawatan medis.

Keluarga Merasa Ponpes Lepas Tangan, Kasus Akhirnya Masuk Ranah Hukum

Gak cuma sedih karena anaknya jadi korban, keluarga juga ngerasa kecewa berat sama pihak pondok pesantren yang dinilai lepas tanggung jawab dan lalai dalam mengawasi santri. Rum ngaku kalau bantuan biaya pengobatan dari pihak ponpes minim banget dan gak sesuai harapan. Pihak ponpes katanya cuma datang ngejenguk tiga kali doang selama korban dirawat.

Karena ngerasa keadilan belum berpihak, keluarga korban akhirnya resmi melaporkan kasus mengerikan ini ke Polres Lombok Tengah pada Rabu (3/6). Mereka nuntut biar pelaku dihukum seadil-adilnya dan pihak ponpes juga ikut diusut karena kelalaiannya.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar