Home NasionalBelasan Ribu Sapi Dipotong Untuk MBG Tiap Hari, Benarkah?

Belasan Ribu Sapi Dipotong Untuk MBG Tiap Hari, Benarkah?

by CeritaBerita

Kemarin pernyataan bos Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sempet bikin netizen sama para ahli garuk-garuk kepala gara-gara nyebut ada 19 ribu ekor sapi yang dipotong tiap hari buat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Banyak yang protes, “Lho, katanya motong sapi ribuan, tapi kok di piring bocah banyakan telur sama ayam doang?”. Bahkan Prof Panjono dari UGM sampai minta datanya dibuka secara transparan karena ngerasa angka itu nggak masuk akal kalau liat stok sapi kita.

Ternyata angka 19 ribu ekor sapi itu cuma sebatas pengandaian atau simulasi hitung-hitungan di atas kertas saja dan bukan kondisi riil harian, karena logikanya satu Satuan Pelayanan (SPPG) memang butuh sekitar 350-382 kg daging atau setara satu ekor sapi kalau lagi masak menu tersebut, tapi faktanya menu harian itu selalu ganti-ganti mulai dari ikan, ayam, sampai telur, jadi nggak berarti tiap hari ada pemotongan sapi sebanyak itu.

BGN sengaja tidak menyeragamkan menu di seluruh Indonesia demi menjaga stabilitas harga pangan agar tidak “meledak” di pasaran, berkaca dari pengalaman ulang tahun Presiden Prabowo saat kebutuhan telur untuk 36 juta orang membuat harganya melonjak naik Rp3.000 dalam sehari, sehingga ke depannya menunya akan lebih mengusung local pride dengan menyesuaikan sumber daya daerah masing-masing demi memberdayakan petani serta peternak lokal sekaligus menjaga harga tetap aman.

“Ini cuma pengandaian. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan masak sapi di tanggal yang sama, tinggal dijumlahkan saja.” — Dadan Hindayana Kamis (23/4/2026).

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar