Home JabodetabekAsal-usul Daerah dengan Kata ‘Jati’ di Kota Bekasi

Asal-usul Daerah dengan Kata ‘Jati’ di Kota Bekasi

by CeritaBerita

Buat kamu yang sering wara-wiri di Kota Bekasi, pasti nggak asing lagi sama nama daerah yang depannya pakai kata Jati. Mulai dari Jatiasih, Jatiwaringin, sampai Jatimakmur, rasanya “Jati” udah jadi identitas wajib di Planet Bekasi bagian selatan. Tapi pernah kepikiran nggak sih, kenapa harus Jati?

Bukan asal pilih nama biar keren, ternyata ada alasan historis yang bikin Bekasi jadi “Surganya Jati” pada masanya. Yuk, kita bedah tipis-tipis!

Dulu Tuh Hutan Jati Gaes!

Ternyata, Bekasi (terutama yang nempel ke arah Jakarta Timur dan Bogor) dulunya adalah kawasan hutan jati yang super luas. Sebelum penuh sama perumahan, ruko, dan mal kayak sekarang, sejauh mata memandang Isinya pohon jati semua. Karena pohon ini paling dominan, akhirnya warga setempat pakai kata “Jati” sebagai penanda daerah mereka.

Bedah Nama: Dari ‘Asih’ Sampai ‘Kramat’

Masyarakat zaman dulu tuh kreatif banget kalau ngasih nama tempat. Biasanya mereka gabungin kata Jati sama kondisi atau harapan di daerah itu:

  • Jatiasih: Katanya sih dulu ada pohon jati gede banget yang jadi tempat nongkrong asyik nan damai. Gabungan Jati dan Asih (kasih sayang). Sweet banget ya!
  • Jatiwaringin: Nama ini muncul karena di situ banyak tumbuh pohon jati barengan sama pohon waringin alias beringin.
  • Jatikramat: Kalau ini merujuk ke pohon jati yang zaman dulu dianggap sakral atau dikeramatkan warga.
  • Jatimakmur: Doa dari para leluhur supaya daerah bekas hutan jati ini bisa bikin warganya makmur sentosa.

Pohon Jati Jadi ‘Google Maps’ Jadul

Zaman dulu kan belum ada GPS, jadi pohon jati yang umurnya panjang dan ukurannya raksasa sering dijadikan patok batas wilayah. Jadi kalau orang ditanya mau ke mana, tinggal bilang “Ke arah pohon jati yang itu,” dan lama-lama nama itu permanen jadi nama desa atau kelurahan.

Sekarang pohon jatinya emang udah mulai “punah” keganti sama beton dan aspal, tapi namanya tetap abadi jadi identitas warga Bekasi. Dan ada banyak daerah lain yang masih menggunakan kata “Jati”, seperti Jatisampurna, Jatisari, Jatimekar, Jatiluhur dan lainnya.

Jadi, kamu tim Jatiasih, Jatiwaringin atau Jati yang mana nih yang hobi sarapan macet tiap pagi?

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar