Pemprov DKI Jakarta lagi baik banget nih bagi-bagi angin segar lewat kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2). Kebayang gak sih, kalian bisa dapet diskon pajak 100% alias gratis tis. Tapi nih, kesempatan emas ini bisa banget hangus dan zonk kalau kalian males update data kependudukan.
Makanya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta langsung ngasih imbauan keras buat kita-kita warga ibu kota supaya cepet-cepet ngecek dan mutakhirin Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di sistem pajak daerah. Gak mau kan, niatnya mau hemat malah ujung-ujungnya harus bayar full.
Kriteria Rumah yang Bisa Dapet Pajak Gratis
Biar gak salah paham, fasilitas keren ini gak asal dibagiin ya. Pembebasan pokok PBB-P2 ini dikhususin buat wajib pajak pribadi yang punya rumah tapak dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maksimal Rp2 miliar. Buat kalian yang tinggal di rumah susun alias rusun, batas NJOP-nya itu sampai Rp650 juta.
Sayangnya, di lapangan tuh masih banyak warga yang curhat dan mengeluh belum dapet pembebasan pajak ini. Padahal kalau dihitung-hitung, nilai properti mereka udah masuk kriteria banget. Nah, usut punya usut, ternyata biang keroknya ada di masalah administrasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda DKI Jakarta, Morris Danny, menjelaskan kalau masalah utama biasanya karena data kependudukan yang gak cocok. Banyak wajib pajak yang belum input NIK, datanya belum sinkron sama Disdukcapil, atau nama di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) beda dengan KTP.
“Validasi NIK ini krusial banget biar proses pembebasan pajak ini akurat, transparan, dan beneran jatuh ke tangan yang berhak,” kata Morris.
Oh ya, kalau kalian punya lebih dari satu rumah yang masuk kriteria, jangan serakah ya. Pembebasan pajak cuma berlaku buat satu objek pajak dengan nilai NJOP paling gede. Terus, kalau nama di SPPT masih atas nama orang tua atau saudara yang udah meninggal, buruan diurus proses balik namanya biar tertib.
Sat-Set Tanpa Antre: Cara Update NIK Cuma Modal HP
Sekarang gak jaman lagi deh kalian mesti macet-macetan dan ngantri seharian di kantor pajak cuma buat urusan administrasi, karena Bapenda DKI udah nyediain layanan online yang super praktis lewat situs pajakonline.jakarta.go.id. Cara update NIK-nya pun gampang dan bisa sambil rebahan: kalian tinggal login ke akun kalian, pilih menu “Jenis Pajak” lalu klik “PBB”, pilih “Tambah Permohonan Pelayanan” dengan jenis “Update NIK”, dan terakhir tinggal isi data NIK kalian yang sesuai dengan nama di SPPT PBB-P2 lalu klik simpan agar sistem otomatis memverifikasi data kalian dalam hitungan detik.
Sistem mereka udah otomatis terintegrasi sama data Disdukcapil, jadi proses verifikasinya selesai dalam hitungan detik. Gak ada alasan buat nunda lagi, cek gawai kalian sekarang sebelum periodenya lewat atau batas waktunya berakhir. (d)
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: sindonews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.