Warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk mendadak digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria bernama Gatot Tri Wahyu Widodo (53). Korban yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin, (13/7), akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Mirisnya, jasad Gatot terkubur di pekarangan rumahnya sendiri pada Rabu, (15/7), sekitar pukul 12.30 WIB.
Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga sekitar yang bahu-membahu melakukan pencarian karena korban tidak kunjung kelihatan. Saat menyisir area sekitar rumah, warga menaruh curiga pada sebuah gundukan tanah yang terlihat masih baru. Gundukan tersebut sengaja ditutupi menggunakan daun pisang kering dan tumpukan genteng untuk mengelabui orang. Merasa ada yang tidak beres, warga langsung melaporkan temuan tersebut ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
Misteri Terbongkar, Pelaku Ternyata Orang Terdekat Korban
Setelah menerima laporan dari warga, Tim Inafis Polres Nganjuk langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pembongkaran. Benar saja, di dalam gundukan tanah tersebut ditemukan jasad Gatot yang kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses autopsi.
Sehari-hari, korban diketahui tinggal di rumah tersebut bersama istrinya, Suprihatin (50), dan anak angkat perempuan mereka yang berinisial DM (20). Namun, kejanggalan mulai tercium karena saat jasad korban ditemukan, DM justru menghilang secara misterius dan tidak berada di rumah. Misteri ini akhirnya terjawab setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam. Gatot ternyata dihabisi secara keji oleh orang dekatnya sendiri, yaitu anak angkatnya, DM, yang bekerja sama dengan kekasihnya.
Sakit Hati Jadi Motif Utama Pembunuhan Berencana
Pihak kepolisian bergerak dengan sangat cepat. Kurang dari 10 jam setelah menerima laporan dugaan pembunuhan, tim gabungan berhasil melacak dan menangkap kedua terduga pelaku di daerah Sidoarjo pada Kamis, (16/7). Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, membeberkan bahwa motif di balik aksi nekat ini dipicu oleh rasa sakit hati yang mendalam. DM merasa tidak tahan karena sang ayah angkat kerap kali berperilaku kasar kepadanya. Karena didera rasa dendam, DM akhirnya menghasut dan mengajak pacarnya untuk merencanakan pembunuhan terhadap Gatot.
Saat ini, sepasang kekasih tersebut telah digelandang ke Mapolres Nganjuk. Penyidik kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif untuk mengorek keterangan lebih detail mengenai kronologi lengkap serta bagaimana cara kedua pelaku mengeksekusi dan mengubur korban di pekarangan rumah.