Dunia politik dan media sosial lagi ramai banget nih memperbincangkan soal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) buat program bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto. Menanggapi perdebatan hangat di kalangan netizen, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, langsung pasang badan dan menilai kalau hal itu sebenarnya wajar-wajar aja. Menurut dia, program bagi-bagi hewan kurban tersebut murni bagian dari bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat luas, apalagi momennya pas banget menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha.
Sugiat menjelaskan kalau penggunaan uang negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan kayak gini itu sudah jadi hal yang lazim alias biasa banget dilakukan oleh seorang kepala negara di mana pun. “Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat,” ujar Sugiat saat memberikan keterangan resmi kepada para wartawan pada hari Kamis, tanggal (28/05). Jadi, menurut pihak legislatif, masyarakat gak perlu kaget atau langsung berpikiran negatif dulu soal asal-usul dana sapi kurban tersebut.
Bongkar Fakta Sejarah Anggaran Bantuan dan Manfaat Nyata Bagi Warga
Lebih lanjut, legislator yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menekankan kalau bantuan dari Kepala Negara kepada masyarakat itu bentuknya gak cuma melulu soal hewan kurban pas lebaran haji aja. Selama ini, anggaran khusus bantuan Presiden ternyata juga dialokasikan dan digunakan buat mendukung berbagai macam sektor publik penting lainnya di Indonesia. Mulai dari urusan dana bantuan pendidikan, sektor kesehatan, sampai pembangunan berbagai fasilitas publik yang bisa dinikmati masyarakat. “Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru,” tambahnya dengan santai.
Gak cuma itu, Sugiat juga membongkar fakta kalau kebijakan kurban pakai dana APBN ini sebenarnya bukan barang baru yang cuma ada di era pemerintahan Presiden Prabowo aja. Dia menegaskan kalau tradisi bantuan kurban presiden ini sudah berlangsung secara terus-menerus sejak zaman presiden-presiden sebelumnya alias warisan dari pemerintahan terdahulu. Makanya, daripada sibuk meributkan soal anggarannya, Sugiat mengajak semua pihak buat fokus melihat nilai kebermanfaatan nyata dari program ini bagi masyarakat kecil. Sebab dengan adanya bantuan hewan kurban ini, bakal ada ribuan masyarakat kurang mampu yang terbantu dan bisa ikutan makan daging di momen Idul Adha.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: merdeka.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.