Home BeritaRemaja 18 tahun Tenggelam di Curug Tiga Sukabumi

Remaja 18 tahun Tenggelam di Curug Tiga Sukabumi

by CeritaBerita

Kejadian apes baru aja menimpa seorang cowok remaja bernama Pasa yang umurnya baru nginjak 18 tahun. Niat hati pengen seru-seruan liburan nyari udara seger bareng bestie-bestienya, momen healing malah berujung petaka mengerikan yang langsung bikin geger warga sekitar. Pasa dilaporkan hilang tenggelam saat lagi asyik berwisata di kawasan Curug Tiga, Perkebunan Jayanegara, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada hari Selasa, (23/6).

Sampai sekarang pas berita ini ditulis, tim SAR gabungan kabarnya masih terus berjibaku dan pantang menyerah buat nyari keberadaan si korban di lokasi kejadian yang emang kondisinya cukup menantang buat dievakuasi.

Gak Punya Skill Berenang, Akhirnya Terperosok ke Area Dalam

Usut punya usut, tragedi horor ini bermula karena Pasa yang aslinya tercatat sebagai warga Kampung Cicareh, Kecamatan Cikidang ini ternyata emang gak punya skill berenang sama sekali, guys. Pas lagi asyik-asyiknya main air, eh tiba-tiba aja dia malah terperosok masuk ke bagian curug atau air terjun yang kedalamannya lumayan bikin merinding.

Menurut keterangan resmi dari Nurhidayat selaku Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, sebenernya pas insiden itu terjadi ada beberapa saksi mata di lokasi yang udah berusaha sekuat tenaga buat nolongin korban. Temen-temennya dan beberapa orang yang kebetulan lagi berenang di sana sempat nyoba narik tubuh korban biar gak tenggelam makin dalam ke dasar curug. Tapi ya gitu deh, arus air terjunnya kelewat deras dan kuat banget, bikin upaya penyelamatan awal itu jadi gagal total dan bikin panik seisi lokasi.

“Anak itu diduga akibat tidak bisa berenang. Sempat mendapat pertolongan dari orang yang sedang berenang juga di sana, namun si korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya tenggelam,” jelas Nurhidayat pas ngasih update kronologi ke awak media di lapangan.

Tim SAR Terjun Langsung, Tapi Alat Kurang Memadai

Dapat laporan ada pengunjung tenggelam, tim gabungan yang terdiri dari petugas Kecamatan Kabandungan, P2BK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, sampai puluhan relawan Tagana langsung gercep turun tangan ke lokasi buat gelar operasi pencarian. Sayangnya, proses evakuasi ini ternyata gak berjalan semulus yang diharapkan, guys. Mereka sempat ngalamin kendala besar gara-gara keterbatasan perlengkapan kedaruratan air di lokasi.

“Kondisi saat ini korban belum ditemukan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat evakuasi,” kata Nurhidayat nambahin soal situasi terkini di TKP. Bener-bener butuh alat tambahan yang proper banget biar proses pencarian Pasa bisa cepet nemuin titik terang.

Biar kasus ini makin terang benderang dan gak ada info simpang siur, pihak kepolisian setempat juga langsung sat-set ngelakuin proses penyelidikan lebih lanjut. Tiga orang saksi kunci yang bener-bener ada di TKP pas Pasa tenggelam udah dipanggil dan dimintai keterangan sama pak polisi. Mereka adalah Ihsan (24) warga Parungkuda, serta dua temen main korban yang ikut rombongan, yaitu Galang (16) dan Makmur.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: liputan6.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar