Presiden Prabowo Subianto baru aja bikin statement nyeleneh. Di tengah ramainya obrolan soal nilai tukar mata uang, Prabowo minta masyarakat gak usah panik. Mungkin niatnya bercanda, beliau bilang kalau indikator keuangan negara aman itu simpel banget: liat aja ekspresi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Selama Menkeu masih bisa senyum, artinya kondisi dompet negara kita masih dalam keadaan aman terkendali!
Momen ini disampaikan langsung oleh Prabowo pas lagi meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, (16/05). Di acara itu, Prabowo awalnya ngucapin terima kasih sama jajaran Kabinet Merah Putih yang kompak abis kerja sebagai teamwork. Menurut beliau, kalau gak ada kerja sama dari menteri, gubernur, bupati, sampai kepala desa, program pemerintah gak bakalan jalan.
Absen Menteri Sampai Pengusaha, Prabowo Tegaskan Ekonomi RI Kuat
Gak cuma bahas soal kerja sama tim, Prabowo juga ikutan menyentil soal fluktuasi nilai tukar dollar yang sering bikin sebagian orang ketar-ketir. Kata beliau, warga yang tinggal di desa mah gak usah ikutan pusing mikirin dolar.
“Mau dollar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dollar. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri,” ucap Prabowo santai. Beliau bahkan sempat mengabsen beberapa nama top yang hadir kayak Titiek, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi Rosan Roeslani, sampai Ketua Kadin Anindya Bakrie.
Seperti kita ketahui, saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sedang terpuruk banget, sampai tembus Rp. 17.500 per dollarnya. Ini harusnya udah sinyal bahaya, karena sepanjang tahun 2025 berdasarkan data resmi dari BPS, nilai impor Indonesia totalnya nembus US$ 241,86 miliar (kalau dirupiahin sekitar Rp4.051 triliun). Dan otomatis, kenaikan dollar ini akan berimbas ke hal-hal mendasar kebutuhan masyarakat, guys.
Berikut beberapa poin penting soal urusan belanjaan negara kita sepanjang 2025:
- Sarang Belanjaan: Tiongkok (China) masih jadi juara bertahan sebagai negara asal impor nonmigas paling gede buat Indonesia, baru disusul sama Amerika Serikat dan Jepang.
- Penyebab Utama: Yang bikin angka impor melonjak tuh gara-gara kita banyak belanja barang modal (kayak mesin-mesin listrik, mesin mekanis, sama kendaraan). Ini naik drastis sampai 20,06%!
- Bahan Baku & Konsumsi: Kebalikannya, buat impor bahan baku atau penolong malah turun dikit sekitar 0,83% (jadi US$ 169,3 miliar). Barang konsumsi harian juga ikutan turun 2,34% (jadi US$ 22,42 mIliar).
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.