Ada pemandangan yang bener-bener gak biasa sekaligus bikin hati ambyar di penerbangan delegasi diplomatik Iran pas mau ke Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4) kemarin. Bukannya penuh sama pejabat atau staf elite, kursi-kursi di pesawat itu malah “diisi” sama benda-benda yang bikin siapa pun yang liat pasti netesin air mata.
Di setiap kursi penumpang, bukannya ada orang, tapi malah dipasangin foto siswa-siswi SD yang jadi korban serangan rudal di Minab, Iran. Nggak cuma foto doang, delegasi Iran juga naruh tas sekolah, sepatu kecil, sama bunga mawar putih di atas kursi itu sebagai simbol duka yang mendalam banget.
Suasana misi diplomatik yang biasanya kaku dan formal langsung berubah jadi sunyi dan penuh haru. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan kelihatan langsung ngasih penghormatan terakhir di depan deretan foto nyawa-nyawa muda yang udah terenggut itu.
Pesan dari Iran ini sebenernya deep banget, Guys. Mereka pengen bawa “kehadiran” para korban langsung ke meja perundingan internasional. Iran mau ingetin dunia kalau di balik panasnya konflik politik, ada wajah-wajah tak berdosa yang harus kehilangan masa depan.
Simbol mawar putih dan barang-barang pribadi anak sekolah ini jadi “senjata” bisu tapi tajem banget dari pihak Iran sebelum mereka ketemu sama delegasi Amerika Serikat.
Walaupun lagi diselimuti duka, agenda perundingan tetep jalan hari ini. Tim Iran yang dipimpin Ghalibaf dan Menlu Abbas Araghchi bakal face-to-face sama perwakilan Amerika Serikat, yaitu Wakil Presiden JD Vance dan utusan khusus Steve Witkoff. Kayaknya sih, isu kemanusiaan bakal jadi kartu mati yang ditaruh Iran di atas meja diplomasi kali ini. Asli nyesek banget liatnya!
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.