Home BeritaKomisi X DPR Setuju Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG

Komisi X DPR Setuju Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG

by CeritaBerita

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, baru aja ngasih lampu hijau buat rencana Badan Gizi Nasional (BGN) yang mau nyulap kantin sekolah jadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut doi, skema ini emang udah didorong sama Komisi X dari awal, terutama buat wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Pernyataan ini disampaikannya langsung saat ditemui di Gedung DPR RI pada Senin (15/6).

“Kalau di Komisi X sejak awal kami justru mengarahkan seperti itu bersama dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama di daerah-daerah yang 3T ya,” kata Lalu dengan santai.

Solusi Realistis Buat Daerah Pelosok dan Pulau Terpencil

Lalu menilai kalau ngelibatin kantin sekolah itu solusi yang paling masuk akal alias realistis banget buat daerah kepulauan atau wilayah terpencil yang jumlah siswanya dikit. Ya kali, masa sekolah di Kepulauan Aru tapi dapurnya kudu di Ambon? Kan gak nyambung dan bikin ribet logistiknya.

Meski dukung total, politikus PKB ini tetep nyerahin urusan teknis dan rumusan kebijakannya ke BGN dan Komisi IX DPR yang emang jadi mitra kerjanya. Doi berharap mereka bisa nemuin formula manajemen dan tata kelola yang paling oke, apalagi setelah melihat beberapa kejadian kemarin yang sempat bikin publik kaget gara-gara isu pemborosan anggaran.

Walaupun banyak drama dan persoalan dalam pelaksanaannya, Komisi X menilai program MBG ini tetep wajib jalan terus karena manfaatnya riil banget buat para siswa.

“Saran kami tentu bahwa Pak Mendikdasmen telah menyampaikan MBG sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kita… ya silakan dilanjutkan,” tambah Lalu.

Bisa Bikin Ekonomi Warga Sekitar Sekolah Auto Cuan

Nggak cuma bikin perut siswa kenyang dan makin cerdas, Lalu ngingetin kalau kantin sekolah ini bisa bawa berkah buat warga lokal. Bayangin aja, warung-warung dan masyarakat di sekitar sekolah bisa ikutan terlibat, yang otomatis bikin ekonomi lokal berputar dan auto cuan.

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Deyang emang udah sempat nge-spill rencana ini setelah dilantik di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (8/5). Nanik curhat kalau doi pernah nemu sekolah di pulau kecil daerah Lombok Barat yang muridnya cuma 119 orang. Jelas gak efisien kalau harus bangun gedung dapur baru (SPPG) di sana.

“Di situ ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan, jadi kantin ini salah satu alternatif,” jelas Nanik waktu itu. Selain kantin, BGN juga lagi lirik kerja sama bareng dana CSR perusahaan besar kayak Pertamina buat wilayah pelosok lainnya seperti Raja Ampat.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar