Home HukumKomdigi Bakal Tutup Platform Bandel Berkonten Pelecehan Seksual

Komdigi Bakal Tutup Platform Bandel Berkonten Pelecehan Seksual

by CeritaBerita

Pemerintah udah nggak mau kompromi lagi nih sama badai kekerasan seksual di jagat maya yang makin ngeri. Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, baru aja kasih peringatan maut buat semua penyedia platform digital: buruan “bersih-bersih” atau siap-siap kena tutup!

Bukan bermaksud nakutin, tapi datanya emang bikin elus dada. Bayangin aja, Gais, ada sekitar 2.000 laporan kekerasan terhadap perempuan di ruang digital tiap tahunnya. Dari jumlah itu, lebih dari 1.600 di antaranya adalah Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE). Parah banget, kan?

Meutya negasin kalau pemilik platform itu punya tanggung jawab penuh atas “rumah” yang mereka kelola. Kalau mereka diem aja ngeliat konten bahaya atau aksi kriminal, pemerintah nggak segan-segan cabut izinnya!

Baca juga: Gaspol! UI Bekukan Status 16 Mahasiswa Terkait Pelecehan Seksual!

“Kalau memang membahayakan sekali, kami bisa kenakan sanksi sampai pada penutupan,” tegas Meutya, Kamis (16/4). Pokoknya, nggak ada lagi tempat buat platform yang cuek!

Ketegasan ini makin kenceng gara-gara geger kasus pelecehan seksual di Fakultas Hukum UI. Ada grup chat yang awalnya cuma grup kosan biasa namanya “Basecamp Puri Asih”, eh ternyata malah berubah jadi ruang gelap yang isinya konten pelecehan mengerikan.

Nggak main-main, korbannya disebut mencapai 27 orang, mulai dari mahasiswi sampe dosen! Ini jadi bukti nyata kalau ruang digital yang keliatannya privat bisa berubah jadi sarang kejahatan yang ngerusak mental banget.

Kejadian ini bener-bener jadi wake up call buat kita semua. Ruang digital harusnya jadi tempat seru buat diskusi, bukan malah jadi tempat buat ngelecehin orang lain.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar