Universitas Indonesia (UI) akhirnya nggak main-main nih dalam nanganin skandal dugaan pelecehan seksual verbal yang lagi rame di lingkungan Fakultas Hukum. Sebanyak 16 mahasiswa terpaksa harus gigit jari karena status kemahasiswaan mereka resmi dibekukan alias di-nonaktifkan oleh pihak rektorat!
Keputusan pahit ini diambil sebagai langkah serius setelah Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) UI ngelakuin investigasi. Mulai dari tanggal 15 April sampe 30 Mei 2026, ke-16 mahasiswa terlapor ini dilarang keras buat nginjekin kaki di kampus ataupun ikut segala macem kegiatan akademik.
Baca juga: Geger! 16 Mahasiswa Hukum UI Mengaku Lecehkan Mahasiswi di Grup Chat
Selama masa “hukuman” sementara ini, mereka nggak boleh ikut kuliah, bimbingan dosen, sampe dilarang aktif di organisasi mahasiswa mana pun. Wah, bener-bener diputus aksesnya, Gais!
Direktur Humas UI, Erwin Agustian Panigoro, bilang kalau langkah tegas ini diambil sebagai tindakan preventif. Tujuannya biar proses pemeriksaan berjalan transparan dan nggak ada intervensi
“Mereka juga tidak diperbolehkan berada di lingkungan kampus, kecuali untuk kepentingan pemeriksaan,” tegas Erwin hari Kamis (16/4). Jadi, kalau nggak dipanggil buat diperiksa, ya nggak boleh mampir ke kampus sama sekali!
Pihak UI udah ngasih sinyal keras kalau mereka nggak bakal kasih ampun buat segala bentuk kekerasan seksual, termasuk yang lewat grup chat atau dunia digital. Sekarang, Satgas PPKS UI lagi terus kumpulin bukti dan manggil saksi-saksi dengan prinsip yang tetep belain korban (victim-centered).
Langkah ekstrem ini dilakuin biar lingkungan kampus tetep aman, nyaman, dan nama besar UI sebagai kampus top tetep terjaga integritasnya.
Gimana menurut lo, Sob? Apakah hukuman pembekuan status ini udah cukup bikin jera, atau harusnya langsung di-DO aja?