Gak habis pikir sama kelakuan dua remaja cowok di Jakarta Pusat ini. Mereka tega banget ngerundung bocah umur 6 tahun berinisial MWP sampai kondisinya kritis. Kejadian kelam ini berlangsung pas malam hari, Minggu (7/6), di Taman Kramat Pulo, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Nenek korban, Linda (56), cerita kalau waktu itu cucunya lagi asyik main bareng anak-anak lain di taman. Tapi tiba-tiba, suasana berubah jadi petaka. Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, MWP diseret sama dua remaja itu, terus dilempar ke tiang listrik. Nah, apesnya, tiang listrik itu ternyata punya aliran listrik yang bocor alias nyetrum. Akibat kebiadaban ini, korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan sempat gak sadarkan diri alias koma. Gak cuma luka fisik berupa benjolan, memar di kepala, dan lecet di betis, korban sekarang juga ngalamin trauma psikologis berat. Bocah malang itu langsung histeris dan ketakutan tiap kali ketemu orang asing di luar keluarganya.
Baca juga: Terekam CCTV Bocah 6 Tahun Jadi Korban Bully di Jakpus
KemenPPPA Turun Tangan: Pelaku Bakal Diproses Hukum, KJP Terancam Dicabut.
Kasus yang bikin elus dada ini langsung memicu reaksi keras dari pemerintah. Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan kalau pihaknya gak tinggal diam. Jumat (12/6), Veronica menyatakan kalau Kementerian PPPA udah gerak cepat bareng Satpel Jakarta Pusat UPT PPPA DKI Jakarta buat ngasih bantuan full ke korban. Mulai dari psikoedukasi buat memulihkan mental korban dan keluarganya, pendampingan sosial, sampai konsultasi hukum gratis.
“Kasus ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang,” jelas Veronica Tan.
Secara hukum, pelaku bisa dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman penjara sampai 5 tahun atau denda Rp100 juta. Tapi, karena pelakunya masih di bawah umur, prosesnya wajib mengacu pada UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Walau ada celah buat damai (diversi), pihak keluarga korban secara tegas menolak damai dan minta kasus ini lanjut terus di Polres Metro Jakarta Pusat.
Gak cuma itu, orang tua pelaku juga harus siap-siap boncos karena wajib bayar restitusi atau ganti rugi ke korban. Bahkan, Pramono juga ikut geram dan ngancem bakal cabut KJP (Kartu Jakarta Pintar) si pelaku. Di sisi lain, keluarga korban juga berhak menuntut pengelola fasilitas publik kalau terbukti lalai ngebiarin kabel listrik telanjang di area bermain anak. Pokoknya, kawal terus sampai tuntas.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber:kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.