Mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, lagi-lagi bikin jagat politik heboh. Bukannya santai-santai menikmati masa pensiun di Solo, beliau malah kedapatan langsung tancap gas memulai safari politiknya. Yang menarik, destinasi pertama yang dipilih adalah Provinsi Lampung. Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 26 hingga 28 Juni 2026 ini dinilai penuh dengan kode-kodean dan bukan sekadar jalan-jalan biasa.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, blak-blakan bilang kalau momen ini punya pesan simbolik yang dalem banget. Apalagi pas berangkat, Jokowi kelihatan santuy tapi mencolok banget karena pakai atribut lengkap Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mulai dari kemeja sampai topinya. Wah, bener-bener tanda kalau beliau udah nggak di barisan PDIP lagi dan siap all out membesarkan partai anak muda ini.
Filosofi “Gajah” di Balik Kunjungan Lampung, Cuma Kebetulan atau Taktik Jenius?
Kenapa harus Lampung? Menurut Adi Prayitno, dalam dialog Kompas TV yang dikutip di kantor redaksi Tribunnews.com Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/6), Lampung itu representasi Pulau Sumatra yang identik banget sama Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus). Gajah kan simbol kekuatan, wibawa, dan proteksi. Kebetulan banget (atau mungkin sudah direncanakan), PSI sendiri baru aja ganti logo jadi lambang gajah. Jadi, kedatangan Jokowi ke sana kayak pengen nunjukin kekuatan politik baru yang berwibawa.
Jokowi sendiri punya jadwal super padat selama tiga hari di Tanah Sai Bumi Ruwa Jurai. Beliau bakal keliling ke banyak wilayah, mulai dari Mesuji, Tulangbawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Timur (tempat konservasi Taman Nasional Way Kambas), sampai Lampung Tengah. Agendanya lengkap, mulai dari ngobrol bareng warga, acara budaya, sowan ke pesantren, sampai konsolidasi politik internal.
Misi Rahasia 2029: Amankan Kursi DPR RI Buat PSI
Sementara itu, Kunto Adi Wibowo, pengamat komunikasi politik dari Unpad, menilai kalau tahun 2026 ini emang momen pas buat semua parpol curi start buat konsolidasi menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, langkah Jokowi ini rasional banget buat ngumpulin lagi para relawan loyalnya sejak Pilpres 2014 dan 2019 lalu, terus diajak masuk ke barisannya PSI.
Kilas balik dikit, pada Pemilu 2024 kemarin, PSI tuh sebenarnya dapet 4.260.169 suara sah (sekitar 2,81 persen). Sayangnya, angka itu belum cukup buat menembus batas parlemen yang syaratnya harus 4 persen. Nah, mumpung ada angin segar dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang minta UU Pemilu direvisi bahkan ada wacana threshold bisa jadi nol persen Jokowi dan PSI mau curi kesempatan ini.
Targetnya pun nggak main-main, bukan cuma sekadar lolos ke Senayan, tapi kalau bisa PSI langsung dapet kekuatan riil sekitar 6 sampai 7 persen kursi di DPR RI. Walaupun revisi UU di DPR belum mulai dan jalannya masih panjang, modal pemilih loyal Jokowi yang masih rajin main ke rumahnya di Sumber, Solo, dipercaya bisa jadi senjata rahasia yang ampuh banget buat dongkrak suara PSI di 2029 nanti.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: tribunnews.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.