Kasus perselisihan di jalan raya yang melibatkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Teddy Fanani, kini resmi berakhir dengan jalan damai. Dugaan aksi pemukulan terhadap seorang pengendara bernama Bill Irzano tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak menggelar pertemuan langsung.
Pertemuan hangat yang penuh rasa kekeluargaan itu berlangsung pada Minggu, (9/8) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kombes Teddy Fanani menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan bahkan sempat memeluk Bill di hadapan kedua orang tuanya.
@kumparan Kasus cekcok hingga berujung dugaan pemukulan pengendara yang dilakukan Dirreskrimum Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Teddy Fanani, berakhir damai. Teddy telah menyampaikan permohonan maaf kepada korban yang bernama Bill Irzano. Kesepakatan damai ini setelah kedua belah pihak bertemu pada Minggu (9/8) malam. Bahkan Teddy memeluk Bill dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh orang tuanya. Susi Suzzana, ibu Bill, mengatakan permintaan maaf yang disampaikan secara langsung menjadi pertimbangan keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. "Beliau meminta maaf dan mengakui kesalahan. Kami sebagai orang tua akhirnya memilih memaafkan," katanya. Susi menambahkan, pihak keluarga tidak memiliki tuntutan terkait kompensasi dalam penyelesaian persoalan kasus. Ia juga membantah anggapan bahwa laporan dibuat untuk memperoleh keuntungan. Katanya, dengan sudah saling memaafkan maka pihaknya akan mencabut laporan tersebut pada hari ini, Senin (10/8). 📸: Dok. Instagram @humaspoldasumbar. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | vidol | R169 | E164 #bicarafaktalewatberi ♬ original sound – kumparan
Kebesaran Hati Keluarga Korban
Ibu dari korban, Susi Suzzana, mengungkapkan bahwa iktikad baik dan kejujuran Kombes Teddy menjadi alasan utama pihak keluarga bersedia membuka pintu maaf. Sikap merendah yang ditunjukkan oleh pejabat kepolisian tersebut dinilai sangat patut dihargai oleh pihak korban.
Susi menjelaskan bahwa pihak keluarga sangat mengapresiasi keberanian Kombes Teddy yang mau mengakui kesalahannya secara langsung di depan korban dan orang tua. Karena itulah, pihak keluarga akhirnya memilih untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa harus memperpanjangnya ke proses hukum.
Laporan Resmi Dicabut Tanpa Tuntutan Kompensasi
Selain sepakat saling memaafkan, pihak keluarga korban menegaskan sama sekali tidak mengajukan tuntutan kompensasi atau ganti rugi berupa uang dalam bentuk apa pun. Langkah ini diambil untuk memperjelas komitmen awal mereka dalam mencari keadilan.
Pembuktian Niat Baik Tanpa Mencari Keuntungan
Susi menegaskan sekaligus membantah anggapan miring publik yang menyebut bahwa laporan polisi yang buat sebelumnya bertujuan untuk mencari keuntungan finansial. Sejak awal, keluarga hanya menginginkan iktikad baik dan pertanggungjawaban moral dari pelaku.
Sebagai tindak lanjut atas kesepakatan damai yang telah dicapai pada Minggu, (9/8) malam tersebut, pihak keluarga Bill Irzano menjadwalkan pencabutan laporan polisi secara resmi pada hari Senin, (10/8). Dengan dicabutnya laporan ini, maka perselisihan antara pejabat Polda Sumbar dan warga tersebut telah selesai secara damai dan kekeluargaan.