Dunia internasional lagi heboh, nih! Tentara Israel baru aja ngelakuin aksi yang bikin netizen geram. Mereka nekat mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pas lagi berlayar di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur. Kejadian mencekam ini berlangsung pada Senin, (18/05).
Gak cuma dicegat, tentara Israel juga menangkap 5 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari aktivis dan jurnalis media nasional yang lagi bertugas. Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, ngasih info kalau per Senin malam jam 21.20 WIB, kapal-kapal mereka diintersep paksa.
Siapa aja sih yang ditangkap? Ada aktivis Andi Angga, plus empat jurnalis kita: Bambang Noroyono dan Thoudy Badai (Republika), Andre Prasetyo (TV Tempo), dan Heru Rahendro (iNews). Sementara itu, masih ada 4 WNI lagi yang kapalnya masih bertahan berlayar di perairan Mediterania.
DPR dan Kemlu Langsung Ngegas, Desak Israel Lepasin WNI Secepatnya!
Aksi arogan ini langsung memicu reaksi keras dari dalam negeri. Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta, langsung mengecam keras kelakuan Israel. Doktor lulusan Manchester ini minta pemerintah RI gak pakai drama dan langsung ambil langkah diplomatik yang jauh lebih tegas.
“Israel emang punya track record yang buruk soal patuh sama hukum internasional,” sindir Sukamta pada Selasa, (19/05).
Sukamta juga ngingetin kalau aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan itu dilindungi hukum perang internasional. Dia mendesak Dewan Keamanan PBB dan Amerika Serikat buat ikut lobi Israel supaya para jurnalis kita dibebasin sekarang juga.
Gak tinggal diam, juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, juga langsung ngasih pernyataan tegas. Kemlu mengecam keras tindakan militer Israel dan mendesak mereka buat segera ngelepasin seluruh kapal beserta awaknya. Pemerintah RI berkomitmen bakal terus memantau kondisi para WNI dan mastiin bantuan kemanusiaan ini bisa tetap sampai ke tangan rakyat Palestina.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.