Warga Gang Rinjani, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, dikejutkan oleh aksi tidak terpuji yang melibatkan dua orang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kedua mahasiswa pria berinisial F dan F tersebut diamankan oleh warga sekitar pada Kamis, (27/8) malam, setelah diduga melakukan tindakan asusila sesama jenis di tempat umum dan area posko mereka.
Kejadian ini berawal dari kecurigaan petugas keamanan (satpam) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur. Saat sedang bertugas, satpam bernama Haris melihat kedua mahasiswa tersebut sedang duduk di area kursi sebuah warung yang sudah tutup, persis di depan gerbang kantor Dinas PUTR.
Kecurigaan Petugas Keamanan dan Perlakuan Tak Biasa
Awalnya, Haris mengira kedua mahasiswa tersebut hanya sedang mengobrol biasa untuk menghabiskan malam. Namun, lama-kelamaan gerak-gerik keduanya tampak mencurigakan dan menunjukkan interaksi yang tidak wajar di tempat terbuka. Haris memperhatikan salah satu dari mereka mulai mencium tangan dan mengelus-elus dagu pasangannya.
Sadar aksi mereka diperhatikan oleh petugas keamanan, kedua mahasiswa itu mendadak panik dan langsung melarikan diri menuju area pemukiman warga di Gang Rinjani.
Pengakuan Warga dan Penelusuran hingga ke Posko KKN
Melihat kedua pemuda itu berlari ke dalam pemukiman, Haris segera mendatangi warga setempat untuk meminta bantuan. Salah seorang pemuda Gang Rinjani, Fitra, menyampaikan bahwa satpam kantor Dinas PUTR memperlihatkan bukti berupa rekaman video dan foto terkait tindakan tidak pantas yang dilakukan kedua mahasiswa tersebut.
Berbekal bukti visual dan informasi itu, para pemuda dan warga Gang Rinjani langsung mendatangi lokasi posko KKN tempat keduanya tinggal selama mengabdi. Saat dilakukan penelusuran dan interogasi singkat di lokasi, terungkap fakta yang makin mengejutkan. Berdasarkan penuturan warga, dugaan perbuatan tak senonoh sesama jenis tersebut ternyata tidak hanya dilakukan di depan gerbang kantor dinas, tetapi juga sempat terjadi sebanyak dua kali di dalam posko KKN mereka sendiri.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga situasi lingkungan tetap kondusif, warga menyerahkan kedua mahasiswa KKN yang berasal dari salah satu sekolah tinggi di Kecamatan Pacet tersebut kepada pihak Kepolisian. Saat ini, kedua terduga pelaku telah berada di Mapolsek Cianjur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwajib guna memperjelas penanganan kasus tersebut.