Masa depan penyerang asal Belanda, Cody Gakpo, terus menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan pecinta sepak bola menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026. Pemain berbakat milik Liverpool tersebut kini sedang dikaitkan dengan sejumlah klub besar yang berminat untuk memboyongnya sebelum tenggat waktu transfer berakhir di Inggris.
Kabar mengenai ketertarikan klub-klub rival membuat posisi Gakpo di Anfield menjadi pembicaraan hangat. Tottenham Hotspur dikabarkan menjadikan sang pemain sebagai incaran utama untuk memperkuat lini serang mereka. Tidak hanya itu, raksasa Premier League lainnya, Manchester City, juga dilaporkan mulai pasang mata dan berminat untuk mendatangkan pemain berusia 27 tahun tersebut.
Potensi Kedatangan Bradley Barcola dan Dampaknya Bagi Gakpo
Isu kepindahan Cody Gakpo semakin menguat seiring dengan manuver Liverpool di bursa transfer. Manajemen The Reds disebut-sebut sedang gencar mengincar Bradley Barcola. Jika kepindahan Barcola ke Anfield benar-benar terwujud, hal tersebut berpotensi besar memangkas waktu bermain Gakpo di tim utama.
Kondisi ini membuat posisi Gakpo serba salah. Meski kerap memberikan performa solid, persaingan ketat di lini depan Liverpool diprediksi akan makin sengit, sehingga opsi untuk hengkang ke klub yang menjamin menit bermain utama menjadi pilihan yang sangat realistis bagi sang pemain.
Manajer Tak Berani Beri Jaminan Kepastian di Anfield
Situasi tak pasti ini juga direspons oleh manajer Andoni Iraola saat berbicara kepada media mengenai dinamika yang sedang terjadi di dalam timnya menjelang penutupan bursa. Ia mengakui bahwa stabilitas pemain selalu diuji ketika jendela transfer masih dibuka lebar.
“Dia bermain dengan sangat baik untuk kami, dia sangat bagus sejak kembali dari Piala Dunia dan setelah liburan, sikap yang bagus dan saya harap kami bisa menjaganya di level itu karena dia sangat berpengaruh,” ujar Iraola kepada ESPN.
Meski memuji kontribusi sang pemain, Iraola menegaskan dirinya tidak bisa memberikan jaminan penuh bahwa Gakpo akan bertahan. “Ketika bursa buka, Anda tidak bisa menjamin apa pun dengan siapa pun. Saya tidak menjamin apa pun. Kalau ada kesempatan di hari terakhir, ambil saja,” tambahnya, menandaskan bahwa segala kemungkinan masih bisa terjadi sebelum jendela transfer resmi ditutup.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.