Pasca disahkannya revisi UU Polri dalam rapat paripurna ke-21 masa sidang V 2025-2026 pada Selasa (9/5) di Gedung DPR Jakarta, Korps Bhayangkara resmi membuka karpet merah lewat jalur rekrutmen khusus buat temen-temen penyandang disabilitas. Langkah gokil ini jadi bukti sahih kalau Polri makin serius mewujudkan institusi yang inklusif, ramah, dan gak pandang bulu.
Karodalpers SSDM Polri, Brigjen Erthel Stephan, ngejelasin lewat keterangan tertulisnya pada Rabu (10/6) di Jakarta, kalau Polri sebenarnya udah mulai cicil penyesuaian rekrutmen ini sejak tahun 2016 lalu. Mulai dari urusan regulasi, kesiapan anggaran, kebutuhan organisasi, sampai kompetensi SDM-nya dipersiapkan dengan matang banget. Jadi, penempatan posisinya bakal pas banget sama keahlian yang dimiliki temen-temen disabilitas.
Nah, karena aturan ini udah resmi masuk dan diketok di UU Kepolisian yang baru, otomatis dinamika kerja di internal kepolisian juga bakal makin seru. Brigjen Erthel nyebut kalau temen-temen disabilitas dituntut buat cepet adaptasi sama vibes lingkungan kerja Polri yang terkenal disiplin. Sebaliknya, seluruh personel polisi yang udah ada di lapangan juga harus siap welcome dan kerja bareng secara profesional dengan rekan-rekan baru mereka ini.
Fokus Posisi Kerja dan Peluang Karir ke Depan
Untuk tahap awal ini, Mabes Polri lagi fokus membuka lowongan buat kelompok disabilitas fisik dan pancaindra, alias sensorik dan motorik. Buat temen-temen yang punya disabilitas mental atau intelektual, harap bersabar dulu ya, karena internal Polri lagi mengkaji dan klasifikasi polanya biar gak salah penempatan tugas nantinya.
Saat ini, rekrutan disabilitas bakal lebih banyak diplot buat ngisi jabatan fungsional yang butuh skill khusus di balik layar. Tapi tenang aja, karier mereka gak bakal mentok di situ kok! Ke depannya, kesempatan buat naik kasta ke jabatan struktural atau jadi pemimpin tetap terbuka lebar, asalkan kompetensi dan kemampuan manajerial mereka terus di-upgrade seiring berjalannya waktu.
Gebrakan dari Polri ini langsung dapet respons positif dan tepuk tangan meriah dari berbagai pihak. Komisioner Komnas Disabilitas, Eka Prastama Widiyanta, menilai kebijakan ini udah klop banget sama semangat UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas demi memperluas akses lapangan kerja yang setara. Pak Eka berharap institusi pemerintah atau daerah lain bisa meniru langkah keren Polri ini biar ikutan bikin lingkungan kerja yang ramah disabilitas.
Gak ketinggalan, Sekjen Komnas Perempuan, Dwi Ayu Kartika Sari, juga ikut bersuara memberikan apresiasi di Jakarta. Menurutnya, ini adalah langkah epik buat melibatkan temen-temen disabilitas dalam agenda reformasi sektor keamanan nasional. Keterlibatan ini jadi bukti nyata kalau semua warga negara bisa berkontribusi bagi negara, tanpa terkecuali! Berdasarkan Pasal 21 ayat (2) RUU Polri yang baru, siapapun yang punya kompetensi yang dibutuhkan sekarang punya kesempatan emas buat ikutan daftar jadi anggota polisi resmi.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.