Home BeritaBukan Cuma Migas, Tambang Minerba Juga Pakai Gross Split

Bukan Cuma Migas, Tambang Minerba Juga Pakai Gross Split

by CeritaBerita

Dunia pertambangan mineral dan batu bara (minerba) di Indonesia lagi dihebohkan sama rumor baru nih. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) blak-blakan bilang kalau mereka lagi mantau opsi buat nerapin skema gross split yang biasanya dipakai di sektor minyak dan gas bumi (migas) buat masuk ke pengelolaan tambang minerba. Wah, bakal kayak gimana tuh.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, ngejelasin kalau sampai sekarang emang belum ada keputusan yang ketok palu banget soal rencana ini. Tapi, doi gak menampik kalau pihaknya lagi sibuk berat nge-evaluasi total seluruh tata kelola tambang, mulai dari urusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan tetek bengeknya. Usut punya usut, langkah ini diambil biar pendapatan negara dari sektor keruk-mengeruk bumi ini beneran sesuai sama amanat Pasal 33 UUD 1945. Intinya, biar rakyat sama negara bisa kecipratan untung yang maksimal.

“Yang jelas gini, untuk terkait dengan IUP dan lain sebagainya, ya kita akan evaluasi lah. Sebetulnya, penerimaan negara, bagian negara itu, apakah sudah sesuai dengan pasal 33 atau belum, kira-kira gitu,” kata Tri pas ditanya wartawan hari Jumat (5/6).

Pas dikulik lebih dalem soal isu kalau skema gross split ini bakal pakai angka pembagian 70:30, Pak Tri masih main aman dan gak mau jawab blak-blakan. Katanya, semua kemungkinan lagi dikaji dan gak cuma fokus ke angka itu aja.

Arahan Presiden: Cari Cuan Maksimal Buat Negara.

Usut punya usut, ide adopsi skema migas ke sektor tambang ini awalnya dilempar sama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Bahlil dapet tugas khusus alias arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto buat nge-push pendapatan negara dari sektor pertambangan biar makin jos. Jadi, skema model cost recovery atau gross split langsung masuk radar buat dicoba di proyek tambang baru maupun yang udah jalan lama.

“Kita akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun agar bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta,” ucap Bahlil abis kelar rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, hari Selasa (5/5).

Tapi tenang, para pengusaha tambang gak usah panik dulu. Bahlil negasin kalau skema konsesi bakalan tetep jalan kok. Cuma bedanya, pemerintah pengen porsi pembagiannya makin seimbang, dan pastinya negara harus dapet potongan kue yang lebih gede.

Fyi aja nih, selama ini tambang konvensional cuma pakai sistem konsesi IUP dan negara dapet duit dari pajak plus royalti doang. Kalau pakai gross split kayak di migas, pembagian hasil bruto langsung dikunci di awal tanpa ribet ngurusin pengembalian biaya operasi (cost recovery). Kita liat aja nanti kelanjutan evaluasinya, apakah bisnis tambang bakal makin ketat atau justru makin efisien. (d)

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar