Kejadian tidak menyenangkan menimpa ratusan murid di Kabupaten Buleleng, Bali. Sebanyak 165 siswa SDN 1 Anturan, Kecamatan Buleleng, terpaksa harus memindahkan aktivitas belajar mengajar mereka ke lokasi lain. Keputusan ini diambil setelah atap salah satu ruang kelas di sekolah tersebut mendadak ambruk akibat kondisi bangunannya yang sudah sangat lapuk.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengonfirmasi pada Senin (20/7) bahwa atap yang jebol tersebut merupakan ruang kelas VI. Insiden terjadi pada akhir Juni 2026 saat para siswa sedang menikmati libur sekolah. Karena konstruksi atapnya menyatu dengan bangunan lain, area sekolah dianggap terlalu berbahaya jika tetap digunakan.
Sistem Belajar Dua Sif di SDN 3 Anturan Demi Keselamatan
Guna menjamin keselamatan dan keamanan para siswa, kegiatan belajar mengajar resmi dipindahkan mulai Selasa (21/7). Seluruh murid SDN 1 Anturan akan menumpang di bangunan SDN 3 Anturan yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah asal mereka.
Proses pembelajaran nantinya akan menerapkan sistem dua sif. Siswa SDN 3 Anturan tetap bersekolah pada pagi hari, sedangkan para siswa SDN 1 Anturan yang mengungsi akan masuk pada sesi siang. Langkah cepat ini diputuskan agar hak belajar anak-anak tidak terganggu meski dalam situasi darurat. Sementara itu, untuk keperluan pelayanan administrasi, area ruang guru dan perpustakaan di SDN 1 Anturan dilaporkan masih aman untuk tetap digunakan.
Penanganan Cepat Pemkab Buleleng dan Rencana Perbaikan Bangunan
Sebelumnya, kondisi fisik bangunan SDN 1 Anturan sebenarnya sudah sempat diusulkan ke pemerintah pusat untuk masuk dalam program revitalisasi. Sayangnya, sekolah ini belum terpilih menjadi skala prioritas pusat hingga akhirnya musibah atap ambruk ini terjadi.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, memastikan bahwa perbaikan fisik bangunan SDN 1 Anturan akan langsung diprioritaskan melalui anggaran APBD Perubahan 2026.
Langkah perbaikan darurat ini dinilai sangat mendesak mengingat kerusakan bangunan sudah tergolong parah. Pemkab Buleleng ingin memastikan seluruh perbaikan rampung dengan cepat sebelum memasuki musim hujan, sehingga potensi bahaya susulan dapat dihindari dan para siswa bisa segera kembali belajar di sekolah mereka sendiri dengan tenang.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.