Dunia maya lagi dihebohkan banget sama kelanjutan kasus dugaan pesta narkoba di Pekanbaru yang menyeret seorang anak bupati berinisial AF. Gimana enggak geger, hasil tes urine dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru menyatakan kalau AF ini positif mengonsumsi etomidate dan ganja. Tapi, ada plot twist yang bikin publik melongo. Kepala BNNK Pekanbaru, Wawan, memberikan penjelasan resmi pada hari Selasa, tanggal (26/05), kalau si AF ini ternyata gak terbukti mengonsumsi atau menghisap ganja itu secara langsung. Kok bisa?
Menurut penjelasan pihak BNNK Pekanbaru, AF bisa kedapatan positif ganja karena dia katanya gak sengaja terpapar asap ganja pas lagi masuk ke dalam toilet. Jadi ceritanya, di dalam toilet tempat kejadian perkara (TKP) itu, ada dua tersangka lain yang emang lagi asyik menghisap ganja. Nah, si AF tiba-tiba masuk ke toilet yang sama. “Kok bisa tidak menggunakan ganja, tapi tiba-tiba positif? Ternyata, dua tersangka yang menggunakan ganja, mereka menghisap ganja di dalam toilet. Lalu AF masuk ke toilet tersebut,” ujar Wawan.
Konfirmasi Dokter BNNK dan Nasib Akhir Rehab Rawat Jalan
Mendengar pengakuan yang agak unik dari AF, pihak BNNK Pekanbaru gak langsung percaya gitu aja dan langsung konsultasi sama tim medis. Wawan mengaku langsung nanya ke dokter spesialis, apakah mungkin urin seseorang bisa ikutan positif ganja cuma karena menghirup asap di udara alias jadi perokok pasif dalam ruangan tertutup seperti toilet. Ternyata, menurut penjelasan dokter, skenario kayak gitu emang sangat memungkinkan terjadi. Ditambah lagi, si anak bupati ini dari awal pemeriksaan emang keukeuh mengaku kalau dia sama sekali gak pernah menyentuh atau sengaja menggunakan barang haram tersebut.
Gara-gara hasil asesmen medis dan kronologi “nebeng asap” di toilet Pekanbaru ini, nasib AF bisa dibilang mujur banget. Berdasarkan hasil keputusan akhir, AF dipastikan lolos dari jeratan proses hukum pidana alias gak bakal ngerasain dinginnya sel penjara. Dia cuma diwajibkan buat menjalani proses rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali aja di bawah pengawasan BNNK Pekanbaru. Kabar ini pun langsung memicu pro dan kontra di kalangan netizen, yang menilai alibi “hirup asap toilet” ini terlalu ajaib buat ukuran kasus narkoba. Kalau menurut kalian gimana nih, masuk akal gak?