Ada info penting banget nih buat warga Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menggelar program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mulai dari 1 Juni sampai 31 Agustus 2026. Acara seru ini dibuat sekalian buat ngerayain Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta dan juga menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mantap banget kan. Kantor Samsat langsung diserbu warga sampai antreannya panjang seperti wahana Dufan.
Tapi, fakta di lapangan malah bikin mengagetkan, nih. Berdasarkan pantauan tim di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur pada Kamis (4/6) pagi sekitar jam 08.00 sampai 09.30 WIB, suasananya tuh terpantau masih sepi banget. Belum kelihatan ada tanda-tanda antrean panjang yang bikin gerah. Area cek fisik kendaraan sama bagian pendaftaran berkas beneran relatif kosong. Bahkan di gedung utama, terutama di loket pembayaran pajak, warga yang datang bisa langsung dilayani tanpa perlu menunggu lama. Antrean cuma kelihatan sedikit di area pengambilan plat nomor kendaraan, itu pun masih bisa dihitung dengan jari.
Warga Auto Bingung, Ternyata Banyak yang Nggak Tahu Ada Diskon
Usut punya usut, ternyata banyak warga yang emang nggak tahu kalau ada program pemutihan ini. Contohnya kayak Agus (47), warga Ciracas yang lagi datang ke Samsat Jakarta Timur. Dia ngaku datang ke Kebon Nanas cuma buat bayar pajak tahunan rutin yang emang udah jadi kewajibannya. Kebetulan, Agus tipe warga teladan yang nggak pernah nunggak pajak, jadi berita pemutihan ini nggak terlalu ngaruh buat dia. Menurut Agus, Samsat masih longgar banget hari ini karena sosialisasinya belum masif, atau mungkin warga baru bakal ramai pas udah mepet tanggal penutupan Agustus nanti.
Rudi (35) warga Duren Sawit yang baru tahu ada pemutihan setelah ditegur sama polisi yang lagi jaga di Samsat. Rudi juga santai aja karena nggak punya tunggakan pajak sama sekali. “La wong saya saja rutin bayar kok, ini sekarang pajak lima tahunan juga nggak ada denda, jadi aman saja,” kata Rudi sambil senyum.
Nah, beda lagi ceritanya sama Ifan (36), warga Kramat Jati. Kalau Ifan sih emang udah tahu info ini dari media sosialnya. Tapi bagi dia, program pemutihan di Jakarta yang cuma ngehapus sanksi denda adminstratif itu kurang greget. Menurutnya, minat masyarakat bakalan makin meledak kalau skemanya kayak di Jawa Barat, di mana bukan cuma dendanya yang dihapus, tapi pokok pajak yang sudah tenggang waktu bertahun-tahun cuma disuruh bayar tahun terakhirnya saja.
Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, sebelumnya sempat bilang kalau kebijakan ini tujuannya memang buat kasih kemudahan dan keringanan modal buat masyarakat Jakarta biar pada taat pajak. Jadi, buat kalian yang pajaknya nunggak, buruan segera ke Samsat terdekat sebelum Agustus habis ya, biar kendaraan kalian legal lagi.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.