Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bener-bener gak main-main soal urusan birokrasi. Buntut dari video viral warga yang dipersulit pas mau bayar pajak, KDM langsung ngambil langkah ekstrem dengan menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Kota Bandung. Savage banget!
Semua ini bermula pas ada seorang warga yang sengaja “tes ombak” alias investigasi mandiri ke Samsat pada Selasa (7/4/2026). Padahal, per 6 April kemarin udah ada aturan baru kalau bayar pajak tahunan nggak perlu lagi pake KTP pemilik pertama.
Eh, pas di lapangan, petugas loketnya malah masih “kuno” dan tetep kekeh minta KTP asli sesuai STNK. Argumennya pun klasik: nyuruh warga balik nama aja. Video adu argumen ini pun langsung meledak di medsos dan sampe ke telinga KDM.
Nggak pake lama, Rabu (8/4/2026), KDM lewat Instagram resminya langsung ngasih apresiasi ke warga yang udah berani nge-spill ketidaksiapan petugas di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Akang yang sudah melakukan investigasi… dalam faktanya masih ditemukan petugas yang tidak melayani dengan baik,” ujar KDM.
Sebagai bentuk sanksi tegas karena Surat Edaran (SE) Gubernur nggak dijalanin secara efektif, jabatan Kepala Samsat tersebut resmi ditangguhkan. Ini jadi pesan keras buat semua kantor Samsat di Jabar biar nggak main-main sama pelayanan publik.
Uniknya, meski aturannya udah jelas, ada warga lain bernama Sri yang berhasil bayar tanpa KTP tapi malah dapet “ancaman” halus. Petugas bilang kemudahan ini cuma sementara, dan tahun depan dia wajib balik nama motornya. Padahal platnya masih panjang sampe 2028. Waduh, masih ada aja ya bumbu-bumbunya!
Buat lo warga Jabar, sekarang bayar pajak tahunan fiks bisa tanpa KTP pemilik lama. Kalau masih ada petugas yang nolak atau minta yang aneh-aneh, jangan ragu buat laporin kayak warga yang tadi. Biar birokrasi kita makin sat-set dan gak bikin darah tinggi! 🏎️💨
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.