Home JabodetabekTPA Jatiwaringin Kebakaran, BNPB Terjunkan Helikopter

TPA Jatiwaringin Kebakaran, BNPB Terjunkan Helikopter

by CeritaBerita

Musibah kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Api dilaporkan mulai berkobar sejak hari Selasa, (30/6) dan terbukti sangat sulit untuk dijinakkan. Menanggapi situasi yang cukup darurat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan bantuan dari udara.

Demi memadamkan kobaran api yang kian meluas, BNPB menerjunkan helikopter khusus untuk melakukan pengeboman air atau teknik water bombing. Tidak main-main, jika kondisi di lapangan masih belum membaik, pihak pemerintah bahkan sudah menyiapkan rencana cadangan yang lebih besar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen Suharyanto.

“Rabu (1/7) kita datangkan helikopter water bombing. Jika diperlukan, kita akan lakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Letjen Suharyanto dalam keterangan tertulisnya pada hari Rabu, (1/7). Beliau juga meminta timnya di lapangan untuk bergerak cepat agar dampak buruk dari asap kebakaran ini bisa diminimalisir dan tidak mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Angin Kencang dan Gas Metana Jadi Kendala Utama

Bukan tanpa alasan petugas di lapangan kewalahan menghadapi si jago merah. Berdasarkan hasil asesmen dari tim BNPB yang dipimpin oleh Brigjen Djohan Darmawan, hingga Rabu ini api masih sulit dipadamkan karena beberapa faktor alam. Material yang terbakar adalah tumpukan sampah kering dan bahan-bahan yang memang sangat mudah tersulut api.

Kondisi diperparah karena titik api berada di tumpukan sampah yang cukup tinggi, sehingga menyulitkan petugas pemadam kebakaran yang berada di darat. Ditambah lagi, embusan angin di sekitar lokasi kejadian bertiup sangat kencang dan suhu udara yang menyengat membuat api dengan cepat merembet ke berbagai arah.

Cuaca Ekstrem Diduga Picu Ledakan Gas di Tumpukan Sampah

Mengenai penyebab utama dari peristiwa ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menduga kuat faktor cuaca ekstrem menjadi pemicunya. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa cuaca panas yang sangat menyengat akhir-akhir ini memicu reaksi pada timbunan sampah bawah tanah.

Sampah yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun di TPA Jatiwaringin tersebut ternyata mengandung gas metana dalam jumlah besar. “Apabila sudah panas yang ekstrem, maka gas itu bisa menjadi api,” ujar Taufik saat memantau langsung situasi di lokasi kebakaran. Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus berjuang di lapangan demi memastikan api bisa benar-benar padam total.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: cnnindonesia.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar