Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (6/9) malam pukul 20.23 WIB masih berlanjut hingga hari ini. Demi keselamatan penerbangan, operasional di empat bandara terpaksa ditutup sementara. Penutupan penerbangan ini dipastikan berlangsung hingga Senin (7/9) pukul 18.00 WIB setelah mempertimbangkan sebaran abu vulkanik yang membahayakan.
Empat Bandara Terdampak Penutupan Operasional
Pihak PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan penghentian sementara aktivitas penerbangan melalui akun Instagram resminya pada Senin (7/9). Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memutahkan abu ke udara.
Berikut adalah daftar empat bandara yang menghentikan operasional penerbangannya hingga Senin sore pukul 18.00 WIB, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG), dan Bandara Husein Sastranegara (BDO).
Para calon penumpang diimbau untuk rajin memeriksa status penerbangan mereka ke masing-masing maskapai atau menghubungi layanan pelanggan Contact Center InJourney Airports agar tidak tertahan di bandara.
Risiko Fatal Abu Vulkanik pada Mesin Pesawat
Keputusan penutupan operasional ini bukan tanpa alasan. Abu vulkanik mengandung bahaya besar bagi keselamatan penerbangan. Berdasarkan informasi dari Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), masuknya abu vulkanik ke dalam mesin jet bisa memicu kerusakan yang sangat fatal.
Partikel abu yang tajam sanggup mengikis bilah kipas kompresor mesin saat terhisap. Tak hanya itu, abu mengandung material silikat berkaca yang mudah meleleh akibat suhu tinggi di dalam mesin jet modern. Lelehan kaca tersebut akan menumpuk dan mengeras di bagian mesin yang lebih dingin, sehingga menyumbat aliran udara.
Penumpukan abu ini memicu penurunan kinerja mesin, kemacetan kompresor saat terbang (in-flight compressor stall), hingga hilangnya daya dorong pesawat secara mendadak. Catatan sejarah menunjukkan ada sembilan insiden pesawat yang mengalami mati mesin di udara akibat menerobos abu vulkanik. Salah satu kasus terparah terjadi pada tahun 1989 di Alaska, di mana keempat mesin sebuah pesawat mati total akibat letusan Gunung Redoubt.
Mengingat risikonya yang begitu tinggi bagi keselamatan nyawa penumpang, penutupan bandara ini menjadi langkah tegas yang wajib diambil oleh otoritas penerbangan.
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.