Home HukumTerungkap! Eks Wamenaker Minta Rp 3Miliar Demi Beresin Kasus!

Terungkap! Eks Wamenaker Minta Rp 3Miliar Demi Beresin Kasus!

by CeritaBerita

Dunia birokrasi lagi diguncang skandal panas yang menyeret nama eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer alias Noel. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta (20/4/2026), si “Sultan” Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro, buka suara soal gimana “permainan” di balik layar pengurusan sertifikat K3 yang ternyata penuh intrik dan pemerasan.

Istilah “3 Meter” yang Bikin Melongo

Bobby cerita kalau awalnya dia dipanggil Noel buat bahas surat pemeriksaan dari Kejaksaan soal sertifikasi K3. Nah, di pertemuan pertama itu, Noel langsung kasih kode keras. Pas Bobby tanya gimana cara beresin masalah itu, Noel langsung bilang, “Ya diselesaikan aja, dipenuhi 3 meter.”

Pas Bobby bingung dan nanya maksudnya apa, ternyata “3 meter” itu kode buat Rp 3 miliar! Bobby sempat coba nego, kali aja dapet diskon, tapi jawabannya malah bikin sakit hati: “Itu sudah murah,” kata Noel. Kebayang gak, duit miliaran dibilang murah kayak harga gorengan?

Sampai Jual Mobil Pribadi

Yang bikin drama ini makin kerasa “niat” banget adalah perjuangan Bobby buat nyari duit setoran itu. Karena duit dari rekanan baru terkumpul Rp 1,5 miliar, Bobby sampai rela ngejual salah satu mobil pribadinya buat nutupin kekurangan sisanya. Semua itu dilakukan cuma demi menuhin permintaan sang Wamen yang ngaku-ngaku bisa beresin kasus lewat “lembar disposisi” sakti di HP-nya.

Bukan Cuma Duit, Ada Ducati Juga!

Ternyata kelakuan ini nggak dilakukan sendirian. Jaksa KPK nyebut kalau Noel main bareng gerombolan pejabat Kemnaker lainnya (ada 10 orang lebih yang keseret!). Modusnya adalah maksa para pemohon sertifikat K3 buat setor duit yang kalau ditotal jumlahnya fantastis, mencapai Rp 6,5 miliar.

Nggak berhenti di situ, Noel juga didakwa nerima gratifikasi lain sebesar Rp 3,3 miliar plus satu unit motor Ducati Scrambler warna biru dongker yang harganya pasti selangit. Duit dan barang mewah ini diduga hasil “upeti” dari pihak swasta dan anak buahnya sendiri di kementerian selama periode Oktober 2024 sampai Agustus 2025.


Skandal ini bener-bener ngebongkar sisi gelap pengurusan sertifikasi K3 yang harusnya buat keselamatan kerja, malah jadi ladang “keselamatan kantong” para pejabat. Bobby yang tadinya disebut Sultan Kemnaker pun akhirnya harus gigit jari setelah semua borok ini terbongkar di meja hijau.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar