Home JabodetabekProyek PSEL di Kota Bekasi Resmi Dimulai

Proyek PSEL di Kota Bekasi Resmi Dimulai

by CeritaBerita

Masalah tumpukan sampah yang kerap bikin pusing warga akhirnya mulai menemukan titik terang. Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi bernilai investasi fantastis, yaitu Rp 3 triliun, resmi dimulai pada Rabu, (25/8). Fasilitas modern ini digadang-gadang bakal menjadi solusi besar bagi pengelolaan lingkungan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek di Bekasi ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya sudah sukses diresmikan di Denpasar, Bali. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dan investor dalam mengupayakan pengelolaan limbah perkotaan secara lebih modern dan ramah lingkungan.

Mengubah Sampah Jadi Pasokan Listrik Ribuan Rumah Warga

Fasilitas PSEL ini dirancang dengan kapasitas yang sangat besar. Dalam setahun, pabrik pengolahan ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah. Angka tersebut mencakup sekitar 70% dari total timbunan sampah yang ada di Kota Bekasi setiap harinya. Dengan pengolahan yang maksimal, beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.

Menariknya, sampah-sampah tersebut tidak sekadar dibakar atau dihancurkan. Melalui teknologi canggih yang mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive, proses pengolahan ini akan diubah menjadi pasokan energi bersih. Listrik yang dihasilkan dari fasilitas ini diperkirakan cukup untuk menyuplai kebutuhan energi hijau bagi 55.000 rumah warga di Kota Bekasi.

Penghematan Lahan TPA hingga Dampak Positif Bagi Lingkungan

Selain menghasilkan listrik, dampak lingkungan dari proyek PSEL ini sangat besar. Fasilitas ini diproyeksikan mampu menekan emisi gas buang dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80%, serta mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 setiap tahunnya. Keberadaan proyek ini juga bakal menghemat penggunaan lahan TPA hingga 90%, sehingga lahan yang ada bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif.

Tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, proyek senilai Rp 3 triliun ini juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Diperkirakan ada sekitar 1.000 lapangan kerja hijau (green jobs) baru yang siap menyerap tenaga kerja setempat.

Mengakhiri penjelasannya di Bekasi pada Rabu (25/8), Pandu Sjahrir mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, urusan sampah bukanlah beban satu orang atau satu wilayah saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat demi menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: detik.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.

Anda mungkin suka

Tinggalkan Komentar