Kondisi fasilitas pendidikan di kawasan pinggiran Kabupaten Bekasi masih membutuhkan perhatian serius. Gedung SDN Karang Indah 01 yang berlokasi di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Akibat dua ruang kelas yang mengalami kerusakan parah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut terganggu dan berjalan tidak optimal.
Kerusakan fisik terlihat sangat jelas di dalam ruangan. Ubin lantai tampak hancur berantakan hingga meninggalkan lubang besar yang menganga tepat di tengah kelas. Tak hanya lantai, retakan-retakan besar dan dalam turut menghiasi bagian dinding, sementara atap bangunan juga kerap bocor setiap kali hujan turun.
Kondisi serba terbatas ini memaksa para guru dan murid untuk berjuang keras agar tetap bisa fokus menyerap pelajaran. Demi keamanan, posisi tempat duduk para siswa bahkan harus diatur sedemikian rupa untuk menghindari area lantai yang ambles dan membahayakan.
Dua Tahun Rusak Parah dan Makin Memburuk Saat Kemarau
Menurut penjelasan salah satu guru SDN Karang Indah 01, Tirta Atmaja, kerusakan bangunan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. “Mulai rusak ada sekitar dua tahun sama sekarang karena tahun ini kemarau panjang makin parah,” ungkap Tirta saat ditemui di Bojongmangu pada Rabu, (19/8).
Saat ini, SDN Karang Indah 01 menampung sebanyak 91 murid yang terbagi ke dalam enam Rombongan Belajar (Rombel). Pihak sekolah dan para murid kini diselimuti rasa cemas, terutama menyongsong datangnya musim penghujan. Mereka khawatir pergerakan tanah saat hujan dapat membuat pondasi bangunan bergeser dan semakin memperparah kerusakan.
“Kami takut pas musim hujan amblas tiangnya. Mudah-mudahan secepatnya dapat bantuan. Ngeri juga kalau sudah masuk musim hujan,” tambah Tirta menaruh harapan besar.
Sekolah Pelosok di Perbatasan yang Membutuhkan Perhatian Pemerintah
Kondisi SDN Karang Indah 01 sejatinya memerlukan penanganan mendesak dari pihak-pihak terkait. Lokasi sekolah ini berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Jaraknya bahkan terbilang cukup jauh dari pusat pemerintahan daerah.
Sekolah ini hanya berjarak sekitar 5,1 kilometer atau 15 menit perjalanan menuju Alun-alun Cariu, Bogor. Sebaliknya, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara dengan jarak tempuh mencapai 19 kilometer untuk mencapai pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Jarak yang jauh dari pusat kota diharapkan tidak membuat fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan ini luput dari jangkauan perbaikan.