Waktu beristirahat dan aktivitas warga di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu oleh guncangan hebat pada Sabtu (15/8) pagi. Gempa bumi berkekuatan cukup besar, yaitu Magnitudo (M) 7,7, secara tiba-tiba mengguncang wilayah tersebut dan membuat suasana berubah menjadi kepanikan.
Guncangan keras yang terasa cukup lama membuat banyak warga tidak berpikir panjang untuk menyelamatkan diri. Khawatir bangunan tempat tinggal mereka roboh atau rusak, sebagian besar warga berhamburan keluar dari dalam rumah dan gedung menuju ke area terbuka yang dinilai lebih aman.
Pusat Gempa dan Peringatan Dini Tsunami
Berdasarkan data awal yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik pusat gempa berada di kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer. Lokasinya terdeteksi di laut, berjarak kurang lebih 36 kilometer di arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Melihat skala magnitudo gempa yang tergolong sangat kuat dan lokasinya yang berada di perairan, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir terdekat. Langkah cepat ini diambil guna mengantisipasi potensi kenaikan gelombang laut serta memberikan kesempatan bagi warga untuk bergeser ke tempat yang lebih tinggi.
Kepanikan Warga dan Imbauan Waspada Gempa Susulan
Peristiwa guncangan pada pagi hari ini menciptakan suasana mencekam di beberapa titik lokasi terpapar. Banyak warga saling mengingatkan tetangga dan keluarga untuk tetap berada di area luar bangunan. Ketakutan akan adanya kerusakan infrastruktur maupun potensi gempa susulan menjadi alasan utama warga memilih untuk bertahan di area lapang.
Hingga saat ini, warga di sekitar lokasi bencana diimbau untuk tetap tenang namun ekstra waspada. Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak termakan isu yang belum jelas kebenarannya dan selalu memantau perkembangan terkini melalui saluran resmi BMKG maupun arahan dari petugas penanggulangan bencana di lapangan.