Di saat banyak pihak lagi sibuk ngomongin pengetatan anggaran, Presiden Prabowo Subianto justru kasih lampu hijau buat proyek raksasa di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kompleks mewah buat para wakil rakyat (Legislatif) dan penegak hukum (Yudikatif) dipastiin bakal terus tancap gas tanpa hambatan, Guys!
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, negasin kalau proyek gedung DPR sampe Mahkamah Agung (MA) ini masuk daftar “prioritas utama” yang haram hukumnya buat dipangkas.
Meskipun pemerintah lagi gencar-gencarnya ngelakuin efisiensi di mana-mana, Pak Basuki ngejamin kalau pusat kekuasaan di IKN nggak bakal kesenggol kebijakan itu. Pokoknya, pembangunan tetep jalan terus biar simbol negara kita makin mentereng.
“Pembangunan kompleks lembaga yudikatif dan legislatif tidak termasuk dalam efisiensi. Pembangunan tetap berjalan, jadi tidak perlu ragu,” tegas Pak Basuki, Senin (13/4/2026).
Penasaran nggak sih sekeren apa kompleknya nanti? Fasilitasnya beneran gak main-main karena bakal ada Gedung Paripurna dengan kapasitas fantastis sampai 1.579 orang, infrastruktur jalan kawasan sepanjang hampir 12 kilometer demi konektivitas mantap, hingga Plaza Keadilan khusus Mahkamah Konstitusi yang dilengkapi fasilitas rumah ibadah serta sistem jaringan air minum canggih di bawah tanah menggunakan teknologi Multi-Utility Tunnel (MUT).
Sekarang, desain final Gedung Paripurna tinggal nunggu “ketuk palu” atau persetujuan dari Presiden Prabowo aja. Kalau semuanya sesuai rencana, di tahun 2027 sampe 2028 nanti, wajah IKN bakal berubah total dengan gedung-gedung megah yang jadi simbol kekuasaan negara.
Kira-kira bakal terealisasi tepat waktu nggak ya? Kita tunggu aja nih gebrakan selanjutnya dari IKN! 🏗️✨
Artikel ini ditulis ulang berdasarkan sumber: kompas.com tanpa mengubah fakta dari artikel aslinya.